PNK Survei Kelayakan Areal Sawah di 18 Kabupaten

by -25 views

Kupang, mediantt.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah membuka areal persawahan baru, dan akan terus ditingkatkan pada tahun 2016 ini. Kabarnya, sedikitnya 4.700 hektare lahan baru akan dibuka. Karena itu, saat ini, tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) sedang melakukan survey atau studi kelayakan di 18 daerah kabupaten/kota; apakah lahan tersebut layak digunakan sebagai areal persawahan.

“Saat ini tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang (PNK), sedang melakukan survei atau uji kelayakan di 18 Kabupaten/Kota di NTT untuk mengetahui apakah lahan tersebut layak digunakan sebagai areal persawahan atau tidak, “ jelas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTT, Yohanes Tay Ruba, Sabtu (16/4).

Ia mengatakan, PNK sedang melakukan survei untuk menguji kelayakan lahan di 18 Kabupaten/Kota di NTT untuk dibukanya lahan baru yang akan dibuat area persawahan. “Sedikitnya 4.700 lebih ha yang akan dibukan sebagai areal persawahann di NTT,” ujar mantan Penjabat Bupati Ngada ini.

Menurut dia, dari 18 kabupaten/kota yang ada di NTT, salah satu kabupaten yakni Kabupaten Kupang yang lahannya dianggap layak untuk dibuka lahan baru, dan sedang dilakukan oleh TNI-AD bersama para petani wilayah tersebut.

“Ini kerja sama antara TNI-AD dan Kementan RI untuk meningkatkan jumlah produksi di NTT dan ini terjadi di seluruh Indonesia. TNI-AD yang melakukan pengawasan secara langsung di lapangan,“ kata Tay Ruba.

Semenara Distanbun NTT, demikian Tay Ruba, hanya menyalurkan dana yang dikirim langsung oleh pemerintah pusat yang diperuntukan dalam membuka lahan baru sebagai areal persawahan di NTT.

Untuk pengelolah dana, sebut dia, dilakukan oleh TNI-AD karena berhubungan langsung dengan masyarakat. “Ini merupakan suatu program yang sangat menguntungkan masyarakat, sebab setelah lahan dibuka akan dikelolah sendiri oleh masyarakat dan seluruh hasil panen menjadi milik masyarakat. TNI-AD hanya membantu membuka lahan baru bagi masyarakat,” jelas Tay Ruba.

Ia menambahkan, semua hasil panen menjadi milik masyarakat, TNI-AD hanya mengawasi. “Ini merupakan suatu program yang sangat menguntungkan masyarakat NTT. Jadi saya harap dapat dipergunakan sebaik mungkin kesempatan ini oleh masyarakat, “ harap Tay Ruba. (che)

Foto: Yohanes Tay Ruba