Papalele Ikan Dibacok, Pelaku Masih Kabur

by -74 views

Maumere, mediantt.com – Nasib naas dialami Agustinus Hartono, warga Gang Longser Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Papalele yang saban hari menjual ikan di Pasar Alok itu dibacok Daeng Saing dengan sebilah parang di Pasar Senja Wuring, Minggu (10/4), sekitar pukul 18.00 Wita.

Daeng Saing sendiri langsung lari kabur dan bersembunyi, dan sampai dengan pukul 23.00 Wita, masih dalam pengejaran aparat keamanan dari Polres Sikka.

Agustinus Hartono mengalami luka bacok pada bagian punggung belakang sebelah kanan. Luka bacokan itu sedalam kurang lebih 5 centimeter. Darah segar mengalir deras, membasahi sekujur badan. Warga masyarakat segera membawanya ke UGD RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pertolongan medis.

Ditemui di ruangan UGD, Agustinus Hartono sedang ditemani istrnya. Punggung bekas luka bacokan sudah ditutup dengan sebelas kali jahitan. Bicaranya masih terbata-bata dan kurang jelas, sepertinya dia masih mengalami pusing karena banyak mengeluarkan darah.

Ia bercerita, hari itu dia seperti biasa ke Pasar Senja Wuring untuk mengambil ikan untuk dijual lagi di Pasar Alok. Dia hanya mengatakan tidak ada masalah sebelumnya dengan pelaku. Karena itu dia sendiri tidak tahu apa persoalannya sampai pelaku membacoknya.

“Waktu mau pulang, saya lihat pelaku sedang mengamok, sambil acungkan parang ke atas. Tapi saya jalan terus saja. Tiba-tiba saya rasa nyeri di bagian punggung, dan sekujur tubuh saya berlumuran darah. Saya kenal itu pelaku, dia biasa dipanggil Daeng,” cerita korban.

Informasi yang dihimpun mediantt.com, sore itu pelaku dalam keadaan mabuk, dan bikin onar di dalam Pasar Senja Wuring. Bahkan beberapa warga masyarakat yang menegurnya diancam akan dipotong. Belum tahu apa pemicuhnya hingga pelaku bertindak brutal seperti itu.

Aris, salah seorang saksi mata yang ditemui di halaman UGD, mengatakan, sore itu pelaku mengendarai motor di dalam Pasar Senja Wuring, sambil mengangkat-angkat roda depan seperti orang yang sedang balapan motor. Melihat aksi pelaku, Aris pun menegurnya. Ternyata teguran Aris membuat pelaku makin berang. Malah Aris diancamnya dengan parang.

“Pasar senja ini kan sempit, terus sore itu sedang ramai pengunjung. Nah, saya tegur dia, malah dia balik ancam saya dengan parang. Ada ibu-ibu pedagang di pasar yang juga sempat tegur, ternyata dia pukul dengan helm,” cerita Aris.

Saksi mata lain yakni Nasti juga menuturkan, sore itu pelaku dalam keadaan mabuk dan membuat keonaran di dalam Pasar Senja Wuring. Nasti pun sempat menegur pelaku agar tidak membuat onar, tetapi justeru mendapat ancaman.

Baik Aris dan Nasti sudah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Alok. Usai memberikan keterangan, keduanya langsung menuju UGD untuk menjenguk korban.

Wuring Mencekam

Informasi tentang pembacokan Agustinus Hartono ini menyebar begitu cepat. Puluhan papalele ikan yang mengenal korban langsung menuju RSUD TC Hillers Maumere. Demikian pun tetangga korban dari Longser memadati halaman rumah sakit.

Sementara suasana di Wuring tampak sangat mencekam. Warga Wuring berjaga-jaga karena khawatir diserang pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa ini. Apalagi terbetik kabar, sejumlah orang dengan kurang lebih 50 kendaraan roda dua akan “menyerang” Wuring untuk mencari pelaku yang telah lari dan bersembunyi.

Kabag Ops Polres Sikka Arif Sadikin ditemui di Wuring mengatakan, usai mendapat informasi tetang peristiwa pembacokan, polisi cepat mengantisipasi. Puluhan aparat keamanan langsung diturunkan ke lokasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Tadi banyak sekali orang-orang yang kami curigai mau menyerang Wuring. Kebetulan banyak yang kami kenal, sehingga kami minta mereka kembali dan percayakan persoalan ini kepada polisi. Syukurlah mereka juga mengerti, lalu pulang,” terang Arif Sadikin didampingi Kasat Intel Marsel Hale.

Sembunyi

Usai membacok Agustinus Hartono, pelaku langsung lari bersembunyi. Belum diketahui di mana lokasi persembunyian pelaku. Polisi terus berupaya  menggali informasi di lapangan. Beberapa warga masyarakat di Wuring, termasuk Bahruddin, anggota DPRD dari PKS, pun diminta bantuan untuk mencari.

Polisi lalu berkoordinasi dengan istri pelaku, memintanya mengontak pelaku melalui telepon selular, sambil memancing agar pelaku keluar dari tempat persembunyian. Awalnya ponsel pelaku masih bisa terhubung, namun setelah itu pelaku sengaja mematikan ponselnya.

Dari informasi yang digali tadi malam, pelaku dicurigai bersembunyi di rumah keluarga di Perumnas, Geliting dan Beru. Namun setelah dilokalisir, ternyata pelaku tidak ada di tiga tempat tersebut. Sampai pagi ini, polisi masih berupaya mencari lokasi persembunyian pelaku.

Kepada sejumlah informan di Wuring, Arif Sadikin menyampaikan pesan agar pelaku sebaiknya menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sehingga kasus ini tidak berkembang. Dengan bersembunyi dan melarikan diri, justeru pelaku akan menciptakan suasana yang tidak kondusif di tengah masyarakat.

Tentang identitas pelaku, semuanya sudah dikantongi pelaku. Arif Sadikin sempat memperlihatkan selembar foto bergambar pelaku. Di foto itu, tampak pelaku mengenakan kaos bertuliskan polisi, sambil memegang senjata laras pendek dengan sikap sedang menembak. (vicky da gomez)

Foto: Luka bacokan pada punggung belakang Agustinus Hartono. Korban dibacok oleh Daeng Saing di Pasar Senja Wuring, Minggu (10/4).