Pencurian Sapi Marak, Warga Ndora Resah

by -22 views

Mbay, mediantt.com –Aksi pencurian sapi di Desa Ndora, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, makin marak akhir-akhir ini. Sedikitnya delapan ekor sapi sudah hilang sejak awal tahun 2016. Akibatnya, warga Ndora menjadi resah dengan aksi tak terpuji itu. Apalagi, aksi pencurian itu dilakukan pada bulan gelap.

“Pencurian biasa terjadi pada bulan gelap. Sapi saya hilang saat kami sedang berduka. Kami semua ada di kampung dan orang curi orang tak dikenal di padang. Karena itu, kami warga sangat resah,” kata Mikhael Mela, warga Ndora korban pencurian kepad mediantt.com di Ndora, Sabtu (9/4).

Ia mengatakan, tiga hari sebelumnya sapi miliknya hilang satu ekor. Sapinya diikat di bukit Wolowau, persis di penghujung kampung Ndora. “Kami curiga ada kelompok pencuri yang melakukan aksi ini. Pasti mereka pakai kelompok dan saya yakin ada orang dalam,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa orang Ndora dan orang Raja yang bekerja sama dengan para pedagang sapi. Akhir-akhir ini masyarakat mulai mengetahui dan sedang mendeteksi pelaku pencuri sapi di Ndora.
“Mereka biasanya muat dengan oto pick up pada malam hari sekitar dari jam 11.00 sampai jam 04.00 pagi,” ujarnya.

“Kalau sapi biasa bawa ke Jeneponto-Sulawesi melalui Pelabuhan Marapokot, Mbay. Transitnya di Alorongga Mbay. Disana pasti ada oknum penampung khusus sapi,” kata Mikhael.

Korban lainnya, Dius Daga, mengatakan, awal tahun sapinya hilang 3 ekor dan hingga saat ini belum ditemukan. Ketiga sapi tersebut semuanya jantan dengan harga diperkirakan Rp 6 juta per ekor.

“Iya betul. Sapi saya juga hilang pada saat tahun baru. Kami sedang ada acara tahun baru. Kami tidak tahu kalau sapi kami hilang dicuri orang tidak dikenal.” Ujar Dius yang juga diakui kakaknya Moses Mona.
Dius menjelaskan, sapinya diikat di kebun Malakuku arah selatan kampung Ndora. Dua hari setelah kejadian itu, keluarganya berusaha mencari sapi namun tidak ditemukan.

“Kami tidak sempat lapor ke polisi. Kami sangat kesal dengan kasus pencurian ini. Sapi itu saya rencana jual untuk biaya anak sekolah. Pendidikan kami sangat terganggu dengan kejadian seperti ini,” tutur Dius, kesal. (ian bala)

Foto : Ilustrasi