Dalami Dugaan Korupsi Hotel Barata, Kadis PU Kota Diperiksa

by -27 views

Kupang, mediantt.com – Kasus dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) pembangunan Hotel Barata terus didalami tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang, Benny Sain, pun ikut diperiksa.

Pemeriksaan terhadap Kadis PU Kota Kupang, Benny Sain, dilakukan Kasi Penyidikan, Robert Jimmy Lambila, dan jaksa Fredrik Bere. “Kadis PU Kota Kupang diperiksa sejak pukul 13.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, kepada wartawan, Jumat (8/4).

Ia menjelaskan, dalam kasus itu, tim penyidik memeriksa dua orang saksi yakni Kadis PU Kota Kupang, Benny Sain, yang diperiksa terkait advice planning pembangunan jogging track di Pantai Kelapa Lima.

Menurut Ridwan, sejumlah saksi masih akan diperiksa, seperti mantan Walikota Kupang, Daniel Adoe, Camat Kelapa Lima, DPRD Kota Kupang dan Ketua RT/RW terkait. Juga, Lurah Kelapa Lima, Marselina Nahak, yang diperiksa berkaitan dengan proses terbitnya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Ridwan juga mengatakan, dalam penerbitan SHGB memang harus melalui lurah. Dan sebagai lurah, saksi mengetahui bahwa lahan yang kini dibangun Hotel Barata adalah hasil dari reklamasi.  Dan, saat pihak Hotel Barata mengajukan permohonan untuk HGB kepada saksi sebagai Lurah Kelapa Lima, juga dilampirkan surat Walikota Kupang tertanggal 12 April 2011, dan rekomendasi Walikota Kupang tertanggal 13 Juli 2011 dan 19 Juli 2011.

“Surat Walikota Kupang tertanggal 12 April 2011 itu berkaitan dengan permohonan pihak Hotel Barata untuk melakukan reklamasi. Setelah Barata sudah reklamasi baru diajukan permohonan untuk terbit SHGB,” kata Ridwan.

Sesuai keterangan saksi, demikian Ridwan, karena adanya rekomendasi Walikota, maka saksi akhirnya mengikuti kegiatan pengukuran pada lahan yang diketahui saksi sudah ditimbun.

Menurut Ridwan, saksi tidak tahu jika itu reklamasi. Saksi hanya tahu bahwa sudah ditimbun sehingga bagian utara, timur dan barat lahan itu berbatasan dengan Teluk Kupang. Hanya bagian selatan yang berbatasan dengan tanah milik Robert Koe.

“Ddengan posisi batas lahan bagian timur, barat dan utara dengan Teluk Kupang, maka diketahui lahan Hotel Barata berada dalam wilayah laut yang telah direklamasi,” tegas Ridwan. (che)

Foto: Benny Sain