700 Km di Tour de Flores Penuh Tantangan Unik

by -35 views

Kupang, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, event Tour de Flores (TdF) 2016, akan melintasi kawasan-kawasan unik penuh tantangan pada jarak hampir 700 kilometer (km) dengan bersepeda yang baru pertama kali di wilayah itu.

“Saya ingin semua peserta dalam dan luar negeri, tak akan melewati fase penuh tantangan unik dan menarik di Tour de Flores nanti,” kata Frans Lebu Raya di Kupang, Jumat (8/4).

Frans Lebu Raya menegaskan, sebagai tuan rumah penyelenggaraan TdF yang akan digelar tanggal 19-23 Mei 2016, pihaknya memiliki satu kepentingan besar, yakni bagaimana mempromosikan pariwisata NTT hingga ke kancah pariwisata dunia.

Frans Lebu Raya menegaskan, secara bertahap dilakukan rapat koordinasi untuk persiapan event besar tersebut dengan semua pemerintah kabupaten/kota, terutama sembilan kabupaten di Pulau Flores yang akan menjadi pusat kegiatan bertaraf internasional tersebut.

“Saat ini tim road show TdF sedang memantau persiapan pemantapan akhir di setiap daerah yang menjadi etape TdF,” kata Frans.

Menurut dia, setiap pemerintah kabupaten/kota di NTT berkepentingan mempromosikan kegiatan tersebut, sehingga para peserta dari dalam dan luar negeri mendapatkan informasi yang lengkap mengenai potensi pariwisata daerah ini, dan tak akan terlewatkan di ajang Tour de Flores nanti.

“Saya mempunyai kepentingan untuk mempromosikan pariwisata di daerah ini. Bayangkan saja peserta akan melewati hampir 700 kilometer (km) dengan bersepeda, dengan titik-titik singgah yang unik serta menantang di setiap etape,” kata Frans.

Di setiap tempat yang disinggahi para peserta nanti akan disuguhi berbagai atraksi menarik, unik, dan langka. Frans sangat berharap event ini akan sukses, sehingga bisa menjadi contoh untuk penyelenggaraan event yang sama pada tahun-tahun mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan peserta Tour de Flores direncanakan berasal dari 30 negara di empat benua di dunia. Para peserta dengan bersepeda akan memulai start di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada 19 Mei dan finis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada 23 Mei 2016.

Event Tour de Flores pertama kali di NTT dan diharapkan tidak hanya mempromosikan pariwisata tapi juga bisa menambah nilai ekonomi masyarakat saat kegiatan itu dilaksanakan,” kata Marius.

Asisten I Setda Kabupaten Flotim Abdul Rasak Jakra dalam pertemuan dengan tim road show TdF, memberikan perhatian pada faktor keamanan di sepanjang jalan sampai di perbatasan Kabupaten Sikka yang akan dilintasi para peserta.

“Kami telah membuat panitia di daerah melibatkan masyarakat dibantu pihak Kepolisian dan TNI yang berada di Flores,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera meminta agar kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan.

“Untuk menyukseskan TdF, Pemkab Sikka telah menyiapkan berbagai kegiatan budaya yang akan disuguhkan para tamu baik mancanegara maupun Nusantara. Kami menyiapkan llomba memancing jelang Tour de Flores,” kata Ansar Rera. (sp/jdz)