OJK Diminta Buka Hotline 24 Jam

by -31 views

Kupang, mediantt.com – Kehadiran Otoritas Keuangan (OJK) di NTT dinilai telah memberi pencerdasan kepada masyarakat tentang pentingnya berinvestasi secara legal. Namun masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana berinvestasi secara legal, karena itu, OJK diminta membuka hotline 24 jam untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.

“Saya menghimbau agar OJK harus gencar menggelar kegiatan sosialisasi sampai ke desa-desa. Para ibu rumah tangga pun harus dilibatkan dalam sosialisasi. OJK hendaknya membuka Hotline 24 jam karena masih banyak masyarakat yang belum paham tentang bagaimana berinvestasi secara legal dan benar,” kata Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni ketika membuka kegiatan Sosialisasi Satuan Tugas Waspada Investasi : “Dugaan Tindak Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi.”, yang dimotori oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, di Hotel Sotis Kupang, Rabu (16/3).

Hadir saat itu Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Pusat, Irjen (Pol) Rusli Nasution,Unsur Forkompida, Perguruan Tinggi, Anggota DPRD Kota Kupang, Utusan SKPD Prvoinsi dan Kota Kupang, Camat dan Lurah se-Kota Kupang serta undangan lainnya.

Menurut Wagub, kehadiran OJK di NTT sejak tahun 2014 telah membawa angin segar bagi masyarakat umumnya dan lembaga keuangan atau perbankan pada khususnya. “Masyarakat memiliki keinginan agar uang yang diinvestasikannya dapat berlipat ganda secara cepat. Psikologi massa ini biasanya rentan terhadap hadirnya peluang investasi bodong. Karena itu kehadirian OJK memproteksi masyarakat agar dapat mengivestasikan uangnya secara legal, tepat dan menguntungkan,” jelas Wagub.

Menyinggung soal kasus Mitra Tiara di Flores Timur, Wagub berharap hal tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan OJK. Kejadian serupa tidak boleh terulang lagi. “Fungsi pengawasan yang diemban oleh OJK harus ditingkatkan lagi. Kehadiran OJK tentunya bertujuan untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat dalam hal investasi dananya di lembaga keuangan,” kata Benny Litelnoni, dan menambahkan, dengan kemajuan ilmu dan teknologi, dunia investasi pun semakin berkembang pesat.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Irjen (Pol) Rusli Nasution menyatakan, peluang investasi yang menggiurkan telah menarik minat banyak kalangan, baik petani, PNS maupun pengusaha. “Harus ditelusuri secara mendalam mana lembaga keuangan yang legal dan tidak legal. Yang sifatnya legal pun harus dicari tahu lebih lanjut, apakah sesuai izinnya atau tidak. Multilevel selama memiliki syarat legalitas yang ditetapkan adalah sah secara hukum,” jelas Rusli, dan mengingatkan, biasannya lembaga keuangan yang sifatnya ilegal tidak memiliki kantor sendiri.

Sementara itu, Kepala OJK NTT, Winter Marbun menguraikan, kehadiran OJK di NTT sejak 1 Januari 2014 bertujuan untuk mendukung peningkatan ekonomi nasioanl. Ada tiga tugas utama OJK yakni mengatur, mengawasi dan melindungi. Tugas mengatur dan mengawasi berkaitan dengan lembaga keuangan, sedangkan tugas ketiga berhubungan langsung dengan masyarakat. “Pengetahuan masyarakat terhadap produk-produk lembaga keuangan masih sangat rendah. Karena itu, sosialisasi seperti ini menjadi media penting agar pemahaman masyarakat tentang berbagai hal terkait lembaga keuangan semakin meluas,” kata Wilter. (hms/jdz)

Foto : Wagub NTT, Benny Litelnoni, menerima bingkisan dari OJK.