Perilaku Tak Etis Kepala BPP NTT, Sewa Preman Ancam Istri

by -22 views

Kupang, mediantt.com Perilaku tak etis diperlihatkan Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) NTT, Paul Manehat. Ada dugaan kuat, ia menggunakan jasa preman untuk mengancam istrinya BPW alias W.

Ditemui mediantt.com di kediamannya, Selasa (15/3), BPW menjelaskan, Paul Manehat yang adalah suami sahnya menggunakan jasa preman Kota Kupang untuk mengancam dirinya di kediamannya di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Menurut dia, ancaman itu dialami beberapa waktu lalu. Saat itu, ia didatangi salah seorang pemuda yang tidak dikenal. Oknum tersebut membawa sebilah pisau dan menggedor pintu rumahnya dan memanggil namanya yang jarang dipanggil oleh siapapun, kecuali Paul Manehat serta keluarganya.

“Waktu itu sekitar pukul 02.00 dini hari, saya didatangi oleh salah satu pemuda yang saya sendiri tidak kenal. Dia bawa pisau pakai jaket. Terus panggil nama saya. Anehnya nama itu hanya dipanggil oleh paul sendiri dan keluarga, sedangkan orang lain tidak tahu nama itu,“ katanya.

Ia menuturkan, dirinya mengetahui bahwa pemuda itu adalah suruhan Paul Manehat karena oknum tersebut menyebut nama Paul, suami sahnya. “Dalam komunikasi antara saya dan pemuda itu, oknum tersebut mengatakan bahwa dia disuruh oleh Paul,” ujarnya.

Selain menerima ancaman itu, usaha warungnya juga ikut dihancurkan. Ketika ada pengunjung yang sedang makan, Paul tiba-tiba masuk dan mengatakan bahwa pergi dari tempat ini. “Saya dituding oleh Paul bahwa selingkuh dengan warga sekitar termasuk ketua RT di tempat tinggalnya,” katanya.

Ia juga mengatakan, selain ancaman preman di malam hari, Paul juga menggunakan preman untuk melempari warung miliknya di Kelurahan Oebobo sekitar pukul 01.00 hingga pukul 04.00 dini hari.

“Bukan saja pakai preman untuk ancam saya tapi tempat usaha saya juga dilempari karena disuruh oleh Paul Manehat. Bahkan RT setempat diancam juga. Selain itu, Paul tuduh saya selingkuh dengan ketua RT, “ jelas W.

W mengaku dirinya dan Paul telah pisah ranjang selama tiga tahun. Saat ini, dirinya dan Paul baru dipisahkan secara hukum adat, sedangkan perceraian melalui sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang belum terlaksanakan. Sidang perceraian itu rencana akan digelar pada, Senin (14/3), karena sudah didaftarkan di PN Klas I A Kupang.

Paul Manehat yang dihubungi secara terpisah membantah jika dirinya pernah menyuruh preman untuk melakukan itu. Justru dirinya meminta agar istrinya menunjukan bukti jika dirinya yang memerintahkan preman tersebut untuk mengancam W.(che)

Foto : Ilustrasi