Menhub Janji Perbaiki Bandara dan Pelabuhan di Rote

by -89 views

JAKARTA – Untuk mengecek pelayanan publik serta fasilitas Bandara dan Pelabuhan, Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat meninjau Bandara D.C Saudale Rote yang terletak di desa Sanggoen, kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, Menhub Jonan mengatakan, bandara tersebut perlu ditingkatkan lagi baik kapasitasnya maupun kualitasnya.

“Kondisinya sekarang masih perlu disempurnakan lagi. Seperti, terminalnya perlu dirapihkan lagi, appron, perkerasan landasan juga perlu diperbaiki lagi agar pelayanannya lebih baik lagi,” jelas Menhub Jonan, dalam siaran persnya, Minggu (13/3).

Tahun lalu, bandara kelas III yang dikelola UPT Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub ini telah menyelesaikan beberapa pembangunan seperti pelapisan runway, pembangunan taxiway baru, appron dan area sisi darat.

“Perbaikan bandara Rote akan dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini dan diharapkan pertengahan tahun ini pelayanannya sudah lebih baik,” ujar Menhub Jonan optimistis.

Saat ini, bandara D.C. Saudale Rote memiliki panjang runway 1.650 meter x 30 meter, dan mampu didarati pesawat jenis ATR 72 500/600. Penerbangan menuju Pulau Rote dilayani oleh maskapai Wings Air dengan rute Kupang-Rote (PP) satu kali setiap harinya dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit dengan tarif sekitar Rp 400.000.

“Untuk kedepannya, kalau perlu dari Surabaya atau Denpasar bisa langsung ke Pulau Rote,” kata Menteri Jonan.

Perbaikan Pelabuhan

Seusai meninjau bandara, Menhub Jonan meninjau Pelabuhan Ba’a Rote. Pelabuhan ini dikelola oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Ba’a di bawah Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Saat tersebut, Menhub Jonan menginstruksikan untuk menambah rambu navigasi dan agar juga dilakukan perbaikan-perbaikan serta memperhatikan kebersihan.

“Mengingat pelabuhan ini terletak di pulau terluar bagian selatan Indonesia, Kemhub akan menempatkan kapal patroli di Pelabuhan Ba’a,” ujar Menteri Jonan.

Pelabuhan Ba’a Rote yang termasuk dalam Salah Satu pelabuhan di Jalur Tol Laut ini, merupakan pelabuhan kelas III. Memiliki fasilitas gedung terminal penumpang seluas 400 meter persegi yang baru selesai dibangun tahun 2015. Gedung terminal tersebut mampu menampung hingga 200 orang penumpang.

Setiap harinya, pelabuhan ini melayani angkutan kapal penumpang dengan kapal cepat berkapasitas hingga 200 orang dengan rute Kupang-Rote pergi pulang (PP) satu kali sehari. Perjalanan dengan kapal memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dengan tarif kapal Rp 130.000 untuk kelas executive dan Rp 160.000 untuk kelas VIP.

Sedangkan untuk angkutan barang, Kapal Caraka yang dioperatori oleh PT. Pelni dua minggu sekali membawa barang-barang kebutuhan pokok dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan rute pelabuhan Larantuka, Leoleba, Ba’a (Rote), Sabu Waingapu pergi pulang (PP). Rote sendiri memiliki hasil bumi seperti rumput laut dan hewan ternak seperti sapi. (invd/jk)

Foto : Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.