Kejati NTT Dinilai Tebang Pilih Dalam Kasus PT Sagared

by -113 views

Kupang, mediantt.com – Sidang Praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi NTT akhirnya digelar, Jumat (11/3). Markus Reinnah, kuasa hukum Djami Rotu Lede, tersangka kasus jual beli aset negara PT Sagared milik Kejagung RI, dalam sidang pra peradilan di PN Kupang itu menilai, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT tebang pilih dalam mengungkap kasus tersebut.

Menurut Markus Reinnamah, Djami Rotu Lede baru mengenal Paulus Watang sejak 2015 ketika hendak melakukan transaksi penjualan aset eks PT Sagared.

Sidang pra peradilan dipimpin oleh hakim tunggal, Rahman Rajagukguk. Sedangkan termohon Kejaksaan Tinggi NTT diwakili oleh Jaksa Emerensiana Jehamat, dan Max Jeferson Mokola.
Markus menjelaskan, terkait prosedur penangkapan yang dilakukan Kejati NTT terhadap Djami Rotu Lede, tidak sesuai prosedur karena jaksa menjemputnya di rumah dinas kejaksaan tanpa disertai surat perintah penangkapan.

Menurut dia,  penangkapan pun dilakukan dengan cara tidak manusiawi, dimana Djami Rotu Lede diperlakukan seperti buronan, yang ditangkap kemudian dibawa ke Kantor Kejati NTT, serta setelah enam jam barulah Sprin penangkapan diterima oleh keluarga setelah Djami Rotu Lede dibawa ke Rutan Klas IIB Kupang.

Selain itu, kata Markus, Djami Rotu Lede ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Kajati NTT yang memerintahkan dirinya melakukan pengamanan aset eks PT Sagared di empat wilayah yakni wilayah Takari (Kabupaten Kupang), TTS, dan Kota Kupang.

Selain itu, Kejati NTT menetapkan Djami Rotu Lede sebagai tersangka dan meminta pertanggungjawaban secara pribadi, sementara Djami Rotu Lede bersama Gasper Kase datang bertemu Paulus Watang, menggunakan baju dinas Kejaksaan dan jelas dalam hal ini membawa institusi, sehingga dalam hal ini  dalam sistem peradilan Tindak Pidana Korupsi, Kejati NTT sebagai badan Hukum wajib bertanggungjawab.

Mewakili pihak termohon, Jaksa Max Jeferson Mokola menilai, praperadilan yang diajukan Djami Rotu Lede telah gugur demi hukum, dan telah melanggar ketentuan Pasal 82 ayat ( 1) huruf d KUHAP menyatakan bahwa dalam hal suatu perkara dimulai diperiksa oleh pengadilan negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut dinyatakan gugur.

Max menambahkan, tersangka Djami Rotu Lede telah ditangkap dan ditahan, serta perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Oelamasi, bahkan telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang pada 28 Februari lalu.
Setelah itu telah dilakukan sidang perdana pada Selasa (8/3), dan telah dilakukan pemeriksaan identitas terdakwa, namun persidangan ditunda karena Djami Rotu Lede belum memiliki penasehat hukum, sehingga oleh Majelis Hakim dilakukan penunjukkan penasehat hukum untuk mendampingi Djami Rotu Lede.

Sidang lanjutan pra peradilan antara DTL tersangka kasus jual beli aset negara PT Sagared sebagai pemohon melawan termohon yakni Kejati NTT akan kembali digelar pada, Senin (15/3) di PN Kupang. (che)

Foto: Sidang pra peradilan antara Djami Rotu Lede sebagai pemohon dan Kejati NTT sebagai termohon, Jumat (11/3).