Ternyata Para Tersangka Sekongkol Jual Aset Negara

by -17 views

Kupang, mediantt.com   – Kasus dugaan korupsi jual beli asset Negara PT Sagared ternyata merupakan persengkokolan antara tersangka Paul Watang dan mantan Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, untuk menjual aset Negara milik PT Sagared, yang telah disita berdasarkan putusan pengadilan dalam kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp 1, 7 triliun.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH kepada wartawan, Rabu (24/2) menegaskan, seluruh asset Negara PT Sagared yang menjadi milik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI itu, berhasil dijual karena terjadi persengkokolan antara Paul Watang dan Djami Rotu Lede mantan jaksa pada Kejati NTT.

Menurut Ridwan, keduanya bersekongkol menjual seluruh aset Negara yang bergerak berupa mesin-mesin dengan cara memanfaatkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W. Purba, SH, MH.

“Mereka berdua (Paul dan Djami) sekongkol untuk jual asset Negara dengan memanfaatkan surat perintah untuk amankan asset Negara PT Sagared yang bergerak milik Kejagung RI, “ kata Ridwan.

Ia juga menjelaskan, surat perintah Kajati NTT menyebutkan untuk mengamankan barang tersebut, karena tersangka Djami Rotu Lede melaporkan bahwa barang-barang tersebut telah dicuri oleh orang. Sesuai informasi itu, Kajati NTT memberikan kuasa berupa surat perintah untuk mengamankan, tapi bukan untuk dijual. Namun, jelas Ridwan, Djami Rotu Lede memanfaatkan surat perintah itu untuk menjual seluruh aset Negara kepada Paul Watang yang juga tersangka.

“Bukannya diamankan dan dibawa ke Kupang karena telah dicuri orang, tapi dijual kepada pembeli besi tua yakni Paul Watang ,yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka,“ tegas Ridwan.

Disinggung soal video pertemuan antara jaksa GK dan Paul Watang di salah satu hotel di Kota Kupang, Ridwan menjelaskan, bukan untuk memperlancar penjualan aset Negara namun saat itu GK mengatakan jika hendak membeli aset itu harus melalui proses pelelangan serta prosedur yang benar.

“Dalam pekan ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT akan menetapkan tersangka baru yang berasal dari kalangan swasta/pengusaha,“ kata Ridwan. (che)

Foto: Ridwan Angsar, SH