Film Layar Lebar Tiga Dara Promosikan Budaya dan Wisata Sikka

by -88 views

Maumere, mediantt.com – Budaya dan wisata di Kabupaten Sikka bakal dipromosikan besar-besaran tahun ini. Selain Tour d’Flores dan Festival Teluk Maumere, kali ini muncul lagi promosi lewat film layar lebar berjudul ‘Tiga Dara’. Seluruh proses shooting film ini akan dilaksanakan di Maumere selama satu bulan ke depan.

Gala dinner sebagai seluruh proses kerja Tiga Dara di Maumere, telah digelar di Capa Resort, Selasa (23/2), melalui perayaan ekaristi. Resort milik Anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng ini juga menjadi basecamp tempat tinggalnya para artis film.

Film Tiga Dara ini disutradarai oleh Nia Dinata dan diproduksi oleh Kalyana Shira Film, bekerja sama dengan Yayasan Bapa Bangsa, dan didukung penuh oleh Capa Resort dan Pemkab Sikka. Kerja sama ini terjalin dengan sebuah tujuan untuk lebih meningkatkan potensi pariwisata dan kesejahteraan pereknomian masyarakat Kabupaten Sikka.

Lokasi shooting Tiga Dara yakni di Pantai Koka, Pulau Pangabatang, Pulau Kambing, Tanjung Kajuwulu dan Hutan Mangrove Magepanda, Lepo Gete, dan Gereja Tua Sikka, Sanggar Watu Bo Hewokloang, Kompleks Patung Bunda Segala Bangsa Nilo, Pasar Wuring dan Pasar Wairkoja, serta Bandara Frans Seda, Pelabuhan Laurensius Say dan Capa Resort. Rencananya aktifitas shooting akan dimulai Kamis (25/2).

Kepada mediantt.com di Capa Resort usai gala dinner, Nia Dinata mengatakan, dia cukup tertarik dengan Maumere, karena alamnya yang indah, kekayaan budaya, dan keramahtamahan penduduknya. Berkat hubungan yang baik selama ini dengan Melchias Mekeng, akhirnya dia memilih Maumere sebagai lokasi shooting.

“Saya sudah empat kali datang ke Maumere. Waktu pertama kali datang, jalan-jalan, terus istirahat, mobil tidak dikunci. Semua barang kami yang ada di mobil aman, tidak ada yang hilang. Kesan saya langsung muncul bahwa penduduk di sini ramah tamah,” kesannya tentang Maumere.

Tiga Dara akan didukung oleh artis-artis unggulan, kolaborasi antara artis senior dan yunior, seperti Titik Puspa, Ray Sahetapy, Shanty, Tara Basro, Rio Dewanto, Richard Kyle, Rueben Elishama, Cut Mini. Seluruh awak Tiga Dara berjumlah kurang lebih 90 orang, dan semuanya kini sudah berada di Maumere.

Film Tiga Dara pertama kali hadir bagi publik Indonesia di tahun 1956. Film musikal karya sutradara legendaris Usmar Ismail ini bercerita tentang tiga kakak beradik yang hidup bersama ayah dan nenek, setelah ibu mereka meninggal dunia. Nenek yang sangat mencintai cucu-cucunya ini, berambisi mencarikan jodoh terbaik, terutama untuk cucu tertuanya.

Namun persoalan calon suami inilah yang kemudian menjadi rebutan dua dari tiga dara, di mana si bungsu berkomplotan untuk menyelesaikan konflik. Konflik inilah yang menjadi cerita menarik dari lakon Tiga Dara.

Setelah 60 tahun kemudian, masalah perjodohan dan pencarian calon suami dirasakan masih sangat relevan saat ini. Sehingga Nia Dinata tergerak untuk kembali menghadirkan film musikal ini versi perempuan moderen Indonesia.

“Kami sudah mulai shooting, dan terima kasih kepada pemerintah di sini yang sangat mendukung. Keamanan paling penting buat kami, sehingga mohon pemerintah dan semua masyarakat bisa mendukung kami,” ujar Nia Dinata.

Pesan Nia Dinata soal keamanan ini disambut baik Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera. Bupati Ansar Rera berjanji akan berkoordinasi dengan semua pihak, baik itu kepolisian, para camat, kepala desa dan masyarakat di lokasi shooting.

Melchias Markus Mekeng menyambut gembira karena Maumere dipilih sebagai lokasi shooting Tiga Dara. Ia berharap masyarakat dan pemerintah memanfaatkan momen ini seluas-luasnya untuk mempromosikan Maumere ke dunia luar. (vicky da gomez)

Foto: Nia Dinata dan sejumlah artis pendukung film Tiga Dara berpose bersama Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera usai gala dinner tanda dimulainya shooting film ini di Kabupaten Sikka.