Berbagai Komunitas Bersihkan Sampah di Pantai Wairhubing

by -146 views

Maumere, mediantt.com – Dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional Tahun 2016, berbagai komunitas masyarakat di Kabupaten Sikka membersihkan sampah di Pantai Wairhubing, Desa Watuliwing Kecamatan Kangae, Minggu (21/2). Kegiatan ini dikoordinir oleh Forum Pemuda Sikka Peduli Sampah.

Pelbagai komunitas peduli sampah itu seperti Sekretariat Bersama Pemerhati Pariwisata, OMK Koting, Sekami Wailiti, Komunitas Kahe, Persamimania Maumere, Kodim 1603 Sikka, beberapa komunitas bola, dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka.

Sampah-sampah yang berserakan sepanjang Pantai Wairhubing itu seperti gelas/botol bekas air mineral, botol-botol bekas, sepatu, kardus, gelas minuman ringan, kayu, dedaunan, dan pelepah kelapa. Alhasil, dalam waktu yang hanya 4 jam, dari pukul 10.00 Wita sampai 14.00 Wita, sampah yang berhasil dipungut yakni sampah non-organik sebanyak 92 kilogram, dan sampah organik sebanyak 1 dump-truk.

Seluruh sampah organik kemudian ditabung pada Bank Sampah Flores milik Susi Koopman, dengan dua penabung yang dicatat yaitu Sekami Wailiti dan Wairhubing Beach.

Cucun Sunarya dari Forum Pemuda Sikka Peduli Sampah menuturkan, kegiatan ini merupakan gerakan peduli sampah yang kebetulan bertepatan dengan Hari Sampah Nasional. Komunitas yang terbilang baru ini, kata dia, sengaja memilih pantai sebagai sasaran kegiatan karena pantai sering menjadi objek pembuangan sampah terutama dari limbah rumah tangga.

Pendapat ini sangat beralasan ketika berada di Blue Ocean Cottage dan terus menuju ke Pantai Wairhubing. Sampah-sampah berserakan sepanjang pantai dengan radius sekitar 2 km sampai mendekati Depot Pertamina Maumere. Kontras sekali dengan suasana pantai di situ, yang begitu tenang dan memunculkan aura keindahan alam.

Dominggus Koro dari Sekber Pemerhati Pariwisata menggugah semua masyarakat untuk berpeduli sampah. Dengan joke-joke ringan, dia mengingatkan semua masyarakat untuk menjaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah ke laut lepas. “Laut begitu bermurah hati memberikan kita ikan-ikan segar, dan protein-proten ikan telah membuat kita menjadi cerdas. Karena itu alangkah naifnya jika justeru kita mengotori laut dengan sampah-sampah,” ujarnya.

Agustinya Yanti da Cunha, siswi kelas IX SMPN 3 Maumere mengaku senang dengan kegiatan bersih-bersih sampah. Sebagai bagian dari Sekami Wailiti, menurutnya, dia dan kawan-kawan merasa bangga diundang untuk berpartisipasi memberishkan sampah di Pantai Wairhubing.

Dia pun berpesan agar semua masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya. Beberapa tip yang dia sampaikan, mengutip semangat dan spirit salam sampah yang diajarkan Susi Koopman, yakni mengendali, menggunakan kembali, mendaur ulang, bertanggung jawab, revolusi mental, dan aksi.

Kegiatan bersih-bersih dari sampah ini, rencananya akan digiatkan terus, dan meluas ke beberapa lokasi di dalam Kota Maumere, seperti di pusat pertokoan dan pasar dan sekitarnya. Beberapa komunitas mendesak Pemkab Sikka dan DPRD membuat peraturan daerah tentang sampah sehingga lebih gampang mengatur hak-hak dan kewajiban masyarakat dalam urusan pengelolaan sampah. (vicky da gomez)

Foto: Puluhan komunitas peduli sampah melakukan bersih-bersih di Pantai Wairhubing Desa Watuliwing Kecamatan Kangae, Minggu (21/2), bertepatan dengan Hari Sampah Nasional.