Modul Gerak Serempak Tekan Kematian Ibu Anak

by -16 views

Maumere, mediantt.com – Plan International Indonesia Unit Sikka bersama Rutgers WPF Indonesia, telah menghasilkan sebuah modul Gerak Serempak (Gerakan Masyarakat untuk Kesehatan Remaja dan Pasangan Muda Kita). Modul ini diharapkan bisa menjadi informasi penting bagi pendidikan dan kesehatan remaja, terutama menekan angka kematian ibu dan anak.

Jumat (19/2), dua lembaga sosial masyarakat ini menggelar Workshop Hasil Uji Coba dan Launching Modul Gerak Serempak, di Hotel Pelita Maumere. Kegiatan ini dibuka Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, didampingi Program Area Manager Flores, Eka Hadiyanto.

Eka mengatakan, workshop ini bermaksud memamaparkan hasil uji coba modul Gerak Serempak dan proses pengembangan terkait struktur, alur konten serta pelaksanaan modul. “Akan ada deklarasi mengenai kesepakatan dan komitmen serta rencana tindak lanjut modul dalam mendukung kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Pada workshop dan launching modul, panitia penyelenggara menghadirkan 86 peserta, yang tugas dan fungsinya terkait kesehatan remaja dan pasangan muda. Fasilitator dari Kecamatan Mego, Tanawawo, dan Magepanda, termasuk 2 fasilitator dari Dompu, turut hadir, dan perwakilan mereka diberikan kesempatan menyampaikan testimoni Gerak Serempak.

Saat itu, Eka Hadiyanto menyerahkan modul Gerak Serempak kepada Bupati Yoseph Ansar Rera, selanjutnya Nutrition Project Manager Plan International Indonesia Marzalena Zaini, menyerahkan sertifikat kepada fasilitator dari Sikka yaitu Maria Agiasta Bunga, Aminitas Imakulata, Densiana Minsia, Marius Agustinus Laki, Fery Dindus, Romo Yohanes Satu, dan dari Dompu atas nama Ratu Puspita Loka dan Nurdahwati.

Workshop dengan moderator Camat Alok Fitrinita Kristiani itu, menghadirkan beberapa pemateri seperti Nutrition Project Manager Plan International Indonesia Marzalena Zaini, Yeni Muda dari BKKBN NTT, dan dari Dinas Kesehatan NTT.

Workshop menghasilkan modul final yang diberi nama Gerak Serempak. Sebagai tindak lanjutnya, modul ini akan dilaunching di masing-masing kabupaten uji coba guna memaparkan hasil uji coba, menyebarluaskan modul serta merangkul kesepakatan dukungan dan komitmen dari pemerintah dan pihak terkait untuk menerapkan modul tersebut.

Perlu Disebarluaskan

Modul Gerak Serempak ini terdiri dari 8 topik pembahasan dan 20-an sesi. Sayangnya, karena masih bersifat uji coba hasil, maka modul ini hanya baru didistribusikan kepada fasilitator saja. Padahal sebagian peserta seperti perwakilan MUI Sikka, Ketua KPA Sikka Yan Siga, Suster Eustochia dari TruK-F, dan perwakilan remaja dari Wolodhesa, mengharapkan agar modul ini disebarluaskan dengan sasaran remaja dan pasangan muda.

Plan International Indonesia melalui Marzalena Zaini mengapresiasi keinginan peserta agar modul ini disebarluaskan. Usulan ini akan dibahas di tingkat internal, karena perlu ada fasilitator terlatih untuk mendampingi aplikasi modul.

Apresiasi lain dari Yan Siga, antara lain mendorong setiap desa mendapatkan modul dan menyiapkan calon fasilitator. Hemat dia, desa bisa saja mengalokasikan dana alokasi desa agar Gerak Serempak menjadi fundamental pada setiap desa dalam upaya menekan angkat kematian ibu dan anak, termasuk pencegahan pernikahan dini dan kekerasan seksual yang sering terjadi di tengah masyarakat. (vicky da gomez)

Foto: Program Area Manager Flores Plan Unit Sikka, Eka Hadiyanto, menyerahkan modul Gerak Serempak kepada Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, saat workshop hasil uji coba Gerak Serempak di Hotel Pelita, Jumat (19/2).