Baru Dikerjakan, Proyek Rp 15 Miliar di Bandara Rusak Tergerus Air

by -43 views

Maumere, mediantt.com – Aneh! Meski baru selesai dikerjakan, namun belasan titik pada runway streep di Bandara Frans Seda Maumere, sudah mengalami kerusakan karena tergerus air hujan beberapa waktu lalu. Padahal proyek penyempurnaan runway streep senilai Rp 15.040.000.000 ini baru selesai dikerjakan pada 24 Desember 2015 lalu.

Wartawan mediantt.com bersama puluhan wartawan lainnya, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) TA 2015 Frengky, Selasa (16/2), langsung memantau fisik proyek yang dananya dari Kementerian Perhubungan RI ini. Ikut juga mendampingi PPK TA 2016 Wilfridus.

Di lokasi proyek sepanjang 2.250 meter ini, tampak sekali cukup banyak titik yang sudah tergores air hujan. Bahkan di beberapa titik, muncul batu-batu pada permukaan runway streep. Sepertinya batu-batu ini ditimbun bersama tanah pada seluruh runway streep. Batu-batu ini muncul karena tanah di bagian atasnya sudah tergerus banjir.

Kepada para wartawan di ruangan Kepala Bandara Frans Seda, Yohanes R. Keraf, Frengky menjelaskan, proyek ini dikerjakan oleh PT Sarana Agung Perkasa, sejak Oktober 2015. Saat ini, sedang dalam masa pemeliharaan selama 2 bulan. Karena itu, terhadap kondisi kerusakan runway streep, dia akan meminta kontraktor pelaksana untuk merapikan kembali runway streep yang rusak.

Di lokasi proyek saat itu tidak ada aktifitas pemeliharaan. Hanya terlihat sebuah alat berat berjenis exavator yang parkir agak ke bagian barat sebuah sisi runway streep. Tidak juga terlihat papan nama proyek sebagai media informasi publik.

Ditanya soal apan proyek ini, Frengky beralasan sudah dicabut oleh kontraktor pelaksana sejak berakhirnya waktu pelaksanaan. Namun keterangan ini berbeda dengan Direktur CV Desaka Lorens S. Tukan, selaku konsultan pengawas, yang ditemui terpisah di ruang kerjanya di Jalan Eltari. Menurut dia, selama ini tidak ada papan nama proyek.

Menurut Frengky, runway streep ini berfungsi sebagai pendaratan darurat jika pesawat mengalami trouble. Permukaan runway streep masih dari tanah, yang menurut Frengky nantinya akan tumbuh rumput-rumput secara alamiah.

Di tempat terpisah, Lorens Tukan mengakui belasan titik runway streep yang sudah tergerus air hujan. Dia mengatakan, sudah bersurat kepada kontraktor pelaksana untuk mengerjakan kembali selama masa pemeliharaan Dia pun berharap agar kontraktor pelaksana memanfaatkan masa pemeliharaan untuk segera memperbaiki runway streep yang rusak.

Proyek penyempurnaan runway streep ini memang jauh dari pantauan masyarakat. Persoalannya, sebut dia, proyek ini langsung bersebelahan kiri dan kanan runway yang menjadi media mobilitas pesawat yang mendarat dan terbang ke dan dan dari Bandara Frans Seda. “Untuk menuju ke lokasi proyek, perlu menggunakan prosedural karena tidak semua orang boleh berada di sekitar runway,” katanya.

Kepala Bandara Frans Seda Yohanes Keraf yang baru bertugas di Bandara Fras Seda, mengharapkan agar ada koordinasi dan komunikasi yang baik sehingga runway streep yang rusak dapat kembali dikerjkaan di masa pemeliharaan ini. (vicky da gomez)

Foto: PPK TA 2015 Frengky sedang memberikan keterngan kepada wartawan di lokasi proyek penyempurnaan runway street, Selasa (16/2).