Astaga, Bendera Merah Putih Dirobek di Desa Koting

by -111 views

Maumere, mediantt.com – Warga Desa Koting C, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Minggu (31/1) pagi gempar. Seorang warga menemukan bendera merah putih di jalan desa, persis di depan Kantor Desa Koting C. Bendera merah putih itu sudah dalam keadaan rusak karena terobek menjadi dua bagian. Kini bendera merah putih tersebut bersama tali pengibarnya sudah diamankan Polres Sikka. Hingga kini, pelaku dan motif pengrusakan belum diketahui.

Penjabat Kepala Desa Koting C Maria Kresensia Du’a Nona yang ditemui di Kantor Desa Koting C, Selasa (2/2), membenarkan peristiwa pengrusakan bendera merah putih. Ia sendiri mengetahui peristiwa itu setelah dilaporkan seorang anak kecil, warga desa tersebut pada Minggu (31/1) pagi.

”Pagi-pagi sekali ada seorang anak kecil datang lapor ke saya, dia melihat bendera merah putih di tanah, terbelah menjadi dua bagian, dan tali pengibar sudah terpotong. Saya langsung menuju ke lokasi, dan kemudian mengamankan bendera merah putih beserta tali ke dalam Kantor Desa,” cerita Maria Kresensia.

Ia memastikan bendera merah putih yang dirobek itu adalah bendera merah putih yang biasa dikibarkan di tiang bendera di depan Kantor Desa. Selama ini bendera merah putih yang dikibarkan di Kantor Desa tidak pernah diturunkan. Dan ketika terjadi peristiwa ini, dia hanya menemukan tiang bendera kosong tanpa ada bendera merah putih.

Dia sendiri belum tahu kapan persisnya peristiwa ini. Namun dia memperkirakan pengrusakan ini kemungkinan terjadi pada Sabtu (30/1) malam sekitar pukul 23.00-24.00 WIta. Waktu itu suasana desa sangat gelap karena sedang terjadi pemadaman listrik.

Pada Sabtu (30/1), Desa Koting C menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak bersama 61 desa lainnya di Sikka. Maria Kresensia Du’a Nona tidak tahu apakah pengrusakan bendera merah putih ini ada kaitannya dengan Pilkades. Menurut dia, pasca penghitungan suara, suasana desa sangat kondusif. Tidak ada euforia dari kubu kepala desa terpilih, dan juga tidak ada reaksi berlebihan dari calon kepala desa yang gagal.

“Ya, kami gelar Pilkades pada Sabtu itu. Tapi suasananya aman-aman saja. Seluruh proses selesai sekitar jam 18.00, dan sesudah itu suasana desa cukup kondusif,” jelas dia.

Camat Koting, Yohanes Audax, yang ditemui Selasa (2/2), mengakui sudah mendapat laporan tentang peristiwa itu. Rencananya, kata dia, pada Senin (1/2) dia bersama badan pembina desa (Babinsa) akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku pengrusakan. Namun rencana ini dibatalkan karena pada saat itu petugas keamanan dari Polres Sikka langsung turun ke lokasi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut dia, bendera merah putih yang sudah terobek itu kemudian oleh penyidik Polres Sikka dibawa ke Kantor Camat. Di Kantor Camat, penyidik juga langsung mengambil keterangan dari beberapa orang. Setelah itu bendera merah putih bersama tali pengibarnya diamankan di Polres Sikka di Maumere.

Karel Kale, mantan Kepala Desa Koting B yang ditemui di Kantor Camat, Selasa (2/2), menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Dia mendesak pihak keamanan segera mengusut tuntas dan memberi sanksi tegas kepada pelaku. Apapun alasannya, kata dia, tindakan pelaku itu telah menodai rasa kebangsaan dan bernegara, serta mencederai perjuangan para pahlawan di negeri ini.

Menurut dia, peristiwa pengrusakan lambang negara di Koting  pernah juga terjadi tahun 1986. Kala itu, warga sedang bersiap-siap menerima kunjungan kenegaraan dari Ibu Wapres Umar Wirahadikusmah. Warga memasang umbul-umbul berupa kain-kain berwarna merah putih. Tiba-tiba, seorang warga dengan menunggang kuda langsung menebas semua umbul-umbul itu. Pelaku kemudian ditangkap dan dihukum.

Pantauan mediantt.com pada Selasa (2/2), pasca peristiwa ini, suasana Desa Koting C sangat sepi. Sebuah tiang bendera masih berdiri tegak di depan Kantor Desa Koting C. Tidak ada bendera merah putih yang dikibarkan, sebagai pengganti bendera merah putih yang dirobek pelaku yang belum diketahui.

Polisi Masih Selidiki

Kapolres Sikka melalui Kasat Reskrim Polres Sikka Hendrik Sianipar, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (2/2), mengatakan, Polres Sikka masih terus menyelidiki pelaku pengrusakan bendera merah putih itu. Polisi juga belum berani memberikan target kapan mengungkap pelakunya.

“Kami serius mencari tahu pelaku pengrusakan bendera merah putih. Hari ini, aparat kepolisian turun lapangan untuk mencari informasi berkaitan dengan peristiwa pengrusakan bendera merah putih,” tegasnya.

Hendrik Sianipar belum bisa memastikan motif dari perisitwa ini, termasuk dugaan ada kaitannya dengan penyelenggaraan Pilkades di Desa Koting C. Dia beralasan motifnya nanti akan diketahui setelah pelakunya terungkap.

Ia menjelaskan, setelah mendapat informasi tentang pengrusakan bendera merah putih, aparat Polres terdiri dari penyidik, intelkam, dan Sabhara, langsung turun ke lokasi, dan langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP), dan kemudian mengamankan barang bukti berupa bendera merah putih yang sudah terobek dan potongan tali pengibar.

“Sampai kemarin kami sudah ambil keterangan dari tiga orang. Mereka semua masih status saksi,” ujar Sianipar yang didampingi Pejabat Sementara Kasubag Humas Margono. (vicky da gomez)

Foto: Polisi pada Polres Sikka menunjukkan bendera merah putih yang dirusakkan dengan cara merobek;