Oknum Polisi Serang Warga, Tujuh Rumah Rusak

by -106 views

Kupang, mediantt.com –  Ulah brutal dan tak etis oknum polisi kembali terjadi di Polres Belu. Salah satu anggota Polres Belu diduga secara membabi buta menyerang warga Dusun Weaituan, Kelurahan Manuaman, Kabupaten Belu. Akibatnya, tujuh rumah warga hancur berantakan. Salah satu warga luka parah dan harus dilarikan ke RSUD Atambua. Tidak ada korban jiwa.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, delapan warga lainnya diamankan aparat Polres Belu untuk dimintai keterangan. Buntut aksi brutal itu, warga di Dusun Weaituan menjadi trauma dan ketakutan, apalagi sempat diancam dengan senjata oleh oknum polisi.

Selain itu, warga juga merasa ketakutan dan memilih berlindung di dalam rumah saja. Sebab, dalam insiden itu terdengar beberapa kali tembakan senjata peringatan yang dikeluarkan oleh anggota Polres Belu.

Kejadian ini bermula ketika salah seorang warga  Weaituan melapor ke Polres Belu bahwa rumahnya dibakar oleh orang tak di kenal. Mendapat laporan itu, polisi langsung menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Namun kedatangan polisi tidak mendapatkan adanya kebakaran apapun .Malah terjadi aksi saling  serang yang mengakibatkan beberapa unit rumah warga hancur dan satu orang luka serius di kaki, yang di duga terkena tembakan peluru   dan  dilarikan ke RSUD Atambua untuk mendapatkan perawatan.

Flora Vicente, salah satu warga menuturkan, ketika peristiwa itu terjadi dirinya sudah istirahat, namun  tiba-tiba rumah mereka digedor dan dilempari dengan batu mengakibatkan kaca rumah pecah. Tidak hanya itu, warga juga ditodong dengan senjata api dan menyuruh untuk keluar dari dalam rumah.

Menurut Filora ada pula warga yang dipaksa oleh para oknum bersenjata, namun warga lainnya tetap memilih bertahan dalam rumah. “Saya lagi tidur, tiba-tiba dengar bunyi lemparan yang buat kaca rumah pecah. Akibat dari kejadian itu warga saat ini masih mengalami trauma dan enggan keluar rumah, meskipun kini sudah dirusakin namun para  warga ini masih memilih bertahan,“ kata Flora.

Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha ketika dikonfirmasi berjanji akan mendalami  kasus ini. Namun terkait  pengerusakan rumah warga itu belum diketahui secara pasti apakah warga melakukan pengrusakan ataukah  anggota polisi.  “Jika terbukti ada anggota polisi yang terlibat dalam kasus ini, maka saya akan segera menindak tegas oknum yang sudah melakukan perbuatan tak terpuji ini, yang sudah meresakan warga,” tegas Kapolres. (che)

Foto : Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha.