Februari, Tarif Listrik Turun Lagi Rp 11-17 Per kWh

by -107 views

JAKARTA – PT PLN (Persero) menyatakan tarif listrik nonsubsidi pada Februari mendatang akan turun Rp 11-17 per kilowatt hour (kWh). Penurunan tarif didorong oleh melemahnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Menurut Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, pada Desember lalu, kurs dan inflasi memang naik. Perinciannya, inflasi naik dari 0,21 persen menjadi 0,96 persen. Namun, ICP turun dari US$ 41,44 per barel menjadi US$ 39 per barel. “Harga minyak pengaruhnya besar, makanya tarif turun,” kata dia di Jakarta, Kamis (28/1).

Untuk tegangan rendah (TR), jelas dia, tarifnya turun sebesar Rp17 per kilowatthour (kWh) menjadi Rp 1.392 per kWh dari sebelumnya pada Januari Rp 1.409 per kWh. Pelanggan yang menikmati penurunan ini meliputi golongan R1 dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA) serta 2.200 VA yang baru mengikuti skema penyesuaian tarif bulan lalu. Selain itu juga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, serta golongan B2 dengan daya 6.600 VA hingga 200 (kVA).

Sementara itu, penurunan juga terjadi pada golongan tegangan menengah (TM) yakni B3 dengan daya di atas 200 kVA dan Golongan I3 dengan daya di atas 200 kVA, yakni sebesar Rp 13 dari Rp 1.007,15 per kWh menjadi Rp 994.15 per kWh. Adapun golongan ini mencakup bisnis skala besar, industri skala menengah serta kantor pemerintahan skala besar.

Selanjutnya penurunan juga terjadi untuk tegangan tinggi (TT) yakni golongan I4 yakni dengan daya di atas 30 mega volt ampere (mVA). Penurunan yang terjadi sebanyak Rp 14 per kWh dari semula Rp 970,35 per kWh menjadi Rp 965.35 per kWh. (investor daily)

Foto : Ilustrasi listrik