Pelajar Pengungsi Egon Gahar KBM Sore Hari

by -35 views

Maumere, mediantt.com – Erupsi Gunung Egon di Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, yang diikuti dengan mengungsinya 928 warga Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, berdampak pula pada pendidikan ratusan pelajar dari dua sekolah yakni SDN Baokrenget dan SDK Lere. Mereka terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada sore hari menggunakan gedung bangunan sekolah lain.

Sebanyak 119 pelajar dari SDN Baokrenget dengan enam rombongan belajar menggunakan gedung bangunan SDN Galit. Sedangkan 158 pelajar SDK Lere juga dengan enam rombongan belajar menggunakan gedung bangunan SDK Natakoli.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka Simon Subsidi ketika dikonfirmasi, Senin (25/1) di ruang kerjanya, mengatakan, KBM sore hari dengan menggunakan gedung bangunan sekolah lain terpaksa dilakukan agar para pelajar yang mengungsi tetap mendapatkan hak-hak pendidikan, meski harus dilakukan di lokasi pengungsian.

“Kami sudah memantau langsung KBM dua sekolah dari pelajar yang mengungsi ke Desa Natakoli Kecamatan Mapitara. Sejak Rabu (20/1), para pelajar yang mengungsi tetap melakukan kegiatan belajar mengajar, tapi KBM-nya sore hari, dari jam 13.00 sampai jam 17.00 Wita. Belum tahu kondisi ini sampai kapan, yang penting mereka mendapatkan hak-hak pendidikan sehingga tidak ketinggalan pelajaran,” jelas Simon Subsidi.

Sejauh pantauannya, menurut Simon, meski dilakukan sore hari tapi KBM berlangsung normal. Kendalanya, sebut dia, pada hari-hari awal saja, di mana tingkat kehadiran dan partisipasi masih rendah. Seperti di SDN Baokrenget, pada hari pertama Rabu (20/1) yang hadir 58 siswa, dan di hari kedua Kamis (21/1) hadir 73 siswa. Demikian pun di SDK Lere, pada hari pertama hadir 77 siswa dan di hari kedua meningkat menjadi 117 siswa.

Melihat grafik ini, Simon yakin tingkat kehadiran para siswa akan semakin membaik, sehingga ia meyakini KBM di dua sekolah itu bisa berjalan normal. Dia sangat berharap dukungan dan dorongan dari orangtua siswa dan juga para guru, sehingga proses pendidikan buat para pelajar pengungsi ini berlangsung normal.

Ia juga mengatakan, Dinas PPO Kabupaten Sikka sedang memikirkan tindakan edukatif bagi siswa-siswi kelas 6 yang nantinya akan menghadapi Ujian Negara (UN) pada 16-18 Mei 2016 nanti. “Kami sedang mengupayakan memberikan tambahan pelajaran. Bagaimana konsepnya, saya akan diskusikan dengan staf yang membidangi urusan sekolah dasar,” kata Simon. (vicky da gomez)

Foto: Kepala Dinas PPO Sikka Simon Subsidi