Kapolres Mabar Bungkam Soal Anggotanya Yang Brutal

by -22 views

Labuan Bajo, mediantt.com – Meski perbuatan oknum anggota Polres Manggarai Barat (Mabar) dianggap melanggar HAM dan melecehkan, namun Kapolres Mabar, AKBP Supiyanto, memilih bungkam. Ia tidak memberikan keterangan soal perilaku brutal dan tak etis anggotanya yang ‘menyerang’ beberapa siswa SMK Stela Maris Labuan Bajo, Sabtu (23/1) lalu. Ia menolak wartawan yang ingin mengonfirmasi kasus tersebut.

Ketika hendak ditemui wartawan di ruang kerjanya di Mapolres Mabar, Senin (25/1), Kapolres Mabar tidak ada di ruangannya. Dihubungi ke ponselnya, ia hanya menuturkan, “Tidak ada yang perlu diklarifikasi kembali. Teman-teman wartawan kan sudah tulis semuanya”.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dr Beny Kabur Harman ketika dikonfirmasi via ponselnya, mendesak Kapolres Mabar untuk menindak tegas anak buahnya yang terlibat kasus penganiayaan terhadap siswa itu, apalagi memasuki areal sekolah tersebut tanpa etika.
“Kapolres harus tahan anggotanya itu. Proses sesuai undang-undang yang berlaku. Saya kira para korban masih dibawah umur. Kapolres jangan coba-coba bela anak buah,” tegas Benny Harman
Benny juga meminta pihak sekolah menulis kronologi kejadianya. “Saya akan teruskan ke petinggi Polri. Polisi yang diinginkan Negara adalah yang mengayomi, yang berperilaku preman harus diberangus,” tandas mantan Ketua Komisi III DPR RI itu.
Seperti diberitakan, Sabtu 23 Januari 2016, anggota polisi dari Polres Manggarai Barat, Brigadir Orlando Sebo, menganiaya beberapa siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo. Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.
Aksi brutal Orlando menyebabkan tiga siswa SMK Stella Maris menderita luka serius, masing-masing Adrianus Hamu,Viki dan Roinaldus Tanus. Sejumlah guru di sekolah itu berusaha menghadang pelaku nyaris digebuk. Beberapa saksi menuturkan, para pelaku penyerangan memakai seragam polisi ada juga yang berpakaian preman. (satria)

Foto : Anggota DPR RI, Benny K Harman.