Ini Jadwal Lengkap SNMPTN dan SBMPTN 2016

by -69 views

JAKARTA – Sebentar lagi, siswa-siswi SMA, SMK, dan MA yang kini duduk di kelas 12 akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Dan, bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya, seleksi masuk perguruan tinggi pun sudah disiapkan.

Ya, Kemenristekdikti telah meluncurkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada Jumat (15/1).

Siswa-siswi yang lulus SMA, SMK, dan MA dan berkeinginan untuk berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri harus bersiap-siap dari sekarang. Setidaknya ada tiga jalur untuk bisa dmasuk PTN, yakni SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri.

SNMPTN adalah seleksi masuk berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa, sedangkan SBMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil tes melalui computer base testing (CBT) atau paper base testing (PBT).

SBMPTN ini diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sementara untuk Seleksi Mandiri adalah seleksi yang diatur dan diterapkan oleh masing-masing PTN.

Jadwal pelaksanaannya pun disesuaikan oleh setiap PTN.

Adapun jadwal lengkap untuk SNMPTN dan SBMPTN menurut ketentuan Kemenristekdikti adalah sebagai berikut:

a. SNMPTN

  1. Pengisian dan verifikasi PDSS : 18 Januari – 20 Februari 2016
  2. Pendaftaran : 29 Februari -12 Maret 2016
  3. Pencetakan kartu tanda peserta SNMPTN : 22 Maret – 21 April 2016
  4. Pengolahan data dan proses seleksi : 24 Maret – 8 Mei 2016
  5. Pengumuman kelulusan : 10 Mei 2016
  6. Pendaftran ulang peserta yang lulus SNMPTN : 31 Mei 2016 (Bersamaan dengan ujian tertulis SBMPTN).

b. SBMPTN

  1. Pendaftaran ujian tulis berbasis komputer (CBT) : 25 April – 9 Mei 2016
  2. Pendaftaran ujian tulis berbasis kertas (PBT) : 25 April – 20 Mei 2016
  3. Ujian CBT : 28, 29, 30 Mei 2016
  4. Ujian PBT : 31 Mei 2016
  5. Uji Keterampilan: 1-2 Juni 2015
  6. Pengumuman SBMPTN: 28 Juni 2016.

Biaya Pendaftaran Naik Dua Kali Lipat

Seperti tahun lalu, biaya untuk SNMPTN ditanggung pemerintah alias gratis, sedangkan, SBMPTN, biaya dibebankan kepada calon mahasiswa.

Jika pada tahun lalu setiap peserta SBMPTN hanya dibebankan biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000, untuk tahun ini meningkat dua kali lipat menjadi Rp 200.000.

Menristekdikti Mohammad Nasir menerangkan, kenaikan biaya tersebut merupakan salah satu dampak dari pemangkasan anggaran di kementeriannya.

“Ini juga bukan hanya karena anggaran dari pemerintah terbatas, tetapi memang karena kebutuhan penyelenggaran SBMPTN terus meningkat dari tahun ke tahun,” terangnya di Jakarta, Jumat (15/1).

Tidak hanya itu, lanjut dia, kenaikan tersebut juga ditujukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat agar mendukung pendidikan tinggi.

“Pendidikan tinggi ini merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Karenanya perlu peran dan partisipasi masyarakat untuk menanggung beban biaya,” pungkas mantan rektor Universitas Diponegoro tersebut.

Di samping itu, selama ini masih banyak peserta yang mendaftar SBMPTN hanya untuk coba-coba. Dengan menaikkan biaya, pria asal Ngawi, Jawa Timur itu berharap para pendaftar SBMPTN akan sungguh-sungguh menjalani tes.

Sementara itu, bagi peserta SBMPTN yang diterima lewat jalur Bidikmisi, biaya pendaftaran tersebut akan dikembalikan. “Kalau yang Bidikmisi panitia nanti akan mengembalikan biaya pendaftarannya. Ini agar siswa Bidikmisi bisa ditangani dengan baik,” ungkap pria yang kini berusia 55 Tahun itu.

Diketahui, jumlah pendaftar SBMPTN pada 2015 tercatat sebanyak 693.185 pendaftar, 90.686 siswa di antaranya adalah pemohon Bidikmisi.

Kemenristekdikti juga terus melakukan program sosialisai, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Sehingga, untuk tahun ini diperkirakan jumlah siswa yang mendaftar SBMPTN akan meningkat menjadi 750.000 pendaftar. (jpg/jk)

Foto : Ilustrasi