Polisi Sebut Tidak Semua Pelaku Teror Tewas Bunuh Diri

by -20 views

JAKARTA – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal menyatakan dua pelaku teror di Thamrin yang melakukan baku tembak dengan polisi tidak tewas karena bunuh diri.

“Diyakini mereka kena tembak. Mereka menggunakan (bom) rakitan semua yaitu bahan peledak sumbu. Jadi ketika mereka menyulut pakai korek ingin melempar, (malah) meledak di sana,” ujar Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/1).

Iqbal mengatakan sebelum gagal melakukan pelemparan bom, kedua pelaku telah terkena tembakan di beberapa bagain tubuhnya. Hal tersebut terlihat dari hasil identifikasi setelah dua terduga teroris tersebut dinyatakan telah tewas. “Kami sudah identifikasi dua terduga teroris itu terkena tembak. Lumpuh kena tembak jadi tidak bunuh diri,” ujar Iqbal.

Oleh karena itu, Iqbal kembali menyampaikan bahwa yang melakukan aksi bom bunuh diri hanya terduga teroris di dalam Starbuck Cafe dan Pos Polisi Lalu Lintas di depan Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin.
“Jadi itu tidak bunuh diri. Karena kerusakan bunuh diri itu beda,” ujar Iqbal.
Sebelumnya, sebuah video di dunia maya memperlihatkan bagaiman dua terduga teroris melakukan aksi baku tembak dengan aparat polisi.
Kedua pelaku yang terdesak besembunyi di balik sebuah mobil yang terparkir di halaman parkir Starbuck Cafe. Salah satu pelaku terlihat mengeluarkan barang dari tasnya yang diduga bom. Namun, tiba-tiba sebuah ledakan terjadi dan keduanya terlihat terkapar di sana.
Beberapa ledakan terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta, sekitar pusat perbelanjaan Sarinah siang kemarin. Dua orang warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat ledakan dan baku tembak.

Kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut. Polisi juga menduga serangan memang dilakukan kelompok militan tersebut. Di balik teror ini, polisi menduga keterlibatan Bahrun Naim, pemuda kelahiran Pekalongan, yang mengendalikan gerakan dari Suriah.

Dua teridentifikasi

Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menyatakan Kepolisian sudah berhasil mengidentifikasi dua dari lima jenazah terduga pelaku teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Hal tersebut berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Kramat Jati sejak kemarin.
“Sudah ada dua yang teridentifikasi, tapi kami akan cek darahnya, Deoxyribonucleic Acid (DNA) dan sidik jarinya,” ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/1).

Namun, Tito enggan menyampaikan identitas dua sosok terduga teroris tersebut. Ia mengaku, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap peristiwa teror tersebut. “Saya tidak mau sebutkan dulu, biar tidak simpang siur lagi,” ujar Tito.
Lebih lanjut, Tito memastikan Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim tidak termasuk dari lima terduga teroris yang melancarkan aksi teror tersebut. Namun, ia juga mengaku masih menunggu hasil identifikasi dari tim forensik terhadap kelima jenazah teroris tersebut.
“Sekali lagi kami belum mau (publikasi) sebelum nantinya pasti ada sidik jari, cek beberapa teman temannya, saudaranya, DNA-nya mungkin, baru kami umumkan,” ujar Tito. (cnn/jk)

Ket Foto : Kendaraan polisi yang diserang pelaku teroris ke beberapa gedung dan pos polisi di Jakarta, Kamis (14/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)