Terpidana Kasus Korupsi Meninggal di RS Mamami

by -118 views

Kupang, mediantt.com – Jhony Hendrik (alm), mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Ita Esa, terpidana dalam kasus korupsi pengadaan pupuk di Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran (TA) 2010 senilai Rp 1, 3 miliar, Selasa (12/1) sekitar pukul 01.00 dinihari, meninggal dunia di RS Mamami Kupang.

Kasi Pidsus Kejari Ba’a, Yanuar, kepada wartawan, Selasa (12/1) di Kupang mengatakan, Jhony (alm) menderita sakit dan dirawat di RS Mamami sejak Minggu, 10 Januari 2016. Namun almarhum meninggal dunia.

Ia menjelaskan, status Jhony Hendrik masih sebagai tahanan dan selama ini ditahan di Rutan Penfui Kupang. Dalam kasus korupsi pengadaan pupuk di kabupaten Rote Ndao, almarhum divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupag selama 4 tahun penjara, kemudian John melakukan upaya banding dan hukumannya menjadi 9 tahun. Saat ini yang bersangkutan masih menunggu kasasi dari Mahkamah Agung.

“Saat ditahan di Tuna Klas II B Kupang, almarhum sakit kemudian dibawa ke RS Mamami untuk perawatan. Namun, dalam perawatan dia (Jhony) meninggal dunia, “ kata Yanuar.

Soal meninggalnya Jhony, lanjut dia, pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada pimpinan untuk mengambil sikap. Sikap sementara yang dilakukan Kejari Ba’a, mengurus seluruh administrasi untuk dilaporkan ke Kejaksaan Agung.

Untuk diketahui, Jhony Hendrik divonis 4 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Keputusan vonis itu dibacakan majelis hakim yang dipimpin Jamser Simanjuntak. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Yanti Siubelan.

Dalam putusan itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang menegaskan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

“Untuk itu, terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara, ” kata hakim. (che)

Foto : Ilustrasi