Jokowi Tegaskan: Negara Indonesia Harus Punya Haluan

by -21 views

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung adanya rencana pembangunan bangsa masa depan. Rencana pembangunan yang hingga 100 tahun merupakan sebuah keniscayaan.

“Saya setuju bahwa pembangunan jangka menengah, jangka yang sangat panjang yang berisi rencana-rencana besar kita, cita-cita besar kita, mimpi-mimpi besar kita harus mulai kita pikirkan secara serius,” kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berpidato dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus HUT PDIP ke-43, di Jakarta, Minggu (10/1).

“Apa yang akan kita kerjakan 5 tahun mendatang, 10 tahun mendatang, 25 tahun mendatang, 50 tahun mendatang dan apa mimpi-mimpi, cita-cita besar untuk 100 tahun mendatang harus mulai dirancang,” ujar Jokowi.

Dengan begitu, menurutnya, Indonesia memiliki sebuah panduan pembangunan. “Negara ini harus punya haluan. Mempunyai haluan, ke mana negara ini akan dibawa,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan nasional semesta berencana, menjadi pekerjaan rumah dalam mengarungi perjalanan bangsa. “Agar arah kita menjadi jelas,” imbuhnya.

Presiden Jokowi juga menegaskan, Indonesia telah masuk dalam era kompetisi. Sebagai sebuah negara, Indonesia tak dapat menghindari persaingan tersebut. “Kita telah masuk dalam era persaingan yang tidak bisa lagi kita tolak. Persaingan kompetisi sudah di depan mata kita,” kata Jokowi.

“Negara lain juga takut. Karena kejadian ini akan sulit diprediksi. Saya bertemu kepala negara baik perdana menteri maupun presiden di Asia Tenggara. Mereka takut karena produk-produk Indonesia akan membanjiri negara mereka,” tambah Jokowi, mengingatkan.

Menurut Jokowi, negara lain juga mengkhawatirkan masuknya sumber daya manusia (SDM) dari Indonesia. “Kalau ada di antara kita masih takut dan khawatir, wong mereka takut terhadap kita? Kenapa kita justru ikut-ikutan takut seperti mereka. Harusnya kita percaya diri,” tegas Jokowi.

Jokowi menyadari banyak hal yang masih harus diperbaiki. “Tapi kita harus yakini bahwa kita mampu bersaing dengan mereka. Tidak ada kata lain, kita semua dari pusat sampai daerah harus kerja keras dalam memperbaiki, membenahi apa yang masih kurang,” kata Jokowi.

“Kita tidak proliberalisasi, tapi ini fakta yang ada di depan kita. Kompetisi persaingan betul-betul ada di depan mata. Perbaikan-perbaikan harus dilakukan siang malam. Baik kesiapan SDM, infrastruktur dan kesiapan-kesiapan yang lainnya.”

Peranan Megawati

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga memuji konsistensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut Jokowi, konsistensi PDIP tak terlepas dari peranan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Kita patut bersyukur ke hadirat Allah SWT, di usia yang ke-43 tahun, PDIP tetap konsisten menjadi partai idelogis dan mampu menjaga soliditas dan menjadi partai yang kuat, partai yang berkuasa di Tanah Air. Semua itu terjadi menurut pendapat saya karena PDIP dijaga keteguhan hatinya dan sikap yang berprinsip dari ketua umumnya Ibu Megawati Soekarnoputri dalam menegakkan fatsun-fatsun politik,” kata Jokowi.

Selain peranan Megawati, menurut Jokowi, besarnya PDIP juga didukung oleh kader yang ulet dan tahan banting.

Sekadar diketahui, selain Jokowi, acara juga dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Wapres keenam Try Sutrisno, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Pelaksana Tugas (Plt) sementara Ketua DPR Fadli Zon.

Sejumlah menteri di Kabinet Kerja pun tampak hadir seperti Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli. hadir pula Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Ribuan kader PDIP memenuhi ruangan Rakernas. Acara diawali tari lenggang nusantara yang mengilustrasikan keragaman budaya yang ada di Tanah Air. Selanjutnya ada juga pembacaan Pancasila serta Dediation of Life. (brts/sp/jdz)

Foto : Presiden Joko Widodo.