Presiden Resmikan Bandara Komodo dan PLTS di Oelpuah

by -33 views

Kupang, mediantt.com – Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi NTT untuk ke sekian kalinya. Kunjungan kali ini untuk menghadiri Natal Nasional yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lawatan Presiden Jokowi kali ini diawali dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, untuk meresmikan Bandara Komodo, pada Minggu (27/12). Selain itu, Presiden juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di NTT yang ada di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Informasi yang berhasil dihimpun mediantt.com, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di NTT, Minggu (27/12) Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti, disaksikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Presiden Jokowi berharap, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat terus meningkat. “Hadirnya terminal baru dan perpanjangan runway (landasan pacu) saya berharap jumlah wisatawan meningkat,” kata Jokowi.

Bandara Komodo diperpanjang sejak awal 2013 untuk menyambut Sail Komodo 2013. Bandara itu bisa didarati pesawat berbadan lebar. Saat ini panjang runway 2.250 meter dari semula hanya 1.850 meter, dan lebar runway dari semula 25 meter menjadi 45 meter, sedangkan terminal penumpang seluas 3.300 meter per segi.

Menurut Jokowi, pengembangan Bandara Komodo sangat penting untuk percepatan pengembangan ekonomi di NTT, terutama di Flores dan wilayah sekitarnya.

Saat ini Bandara Komodo sudah didarati pesawat berbadan lebar A-320, B 737-800 dan B 737-900. Setelah meresmikan bandara, Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo bersama rombongan terbatas mengunjungi Pulau Komodo menggunakan Heli Super Puma milik TNI AU. Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kupang dengan pesawat kepresidenan.

Resmikan PLTS

Setelah meresmikan Bandara Komodo, Presiden Jokowi juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. PLTS ini diresmikan presiden untuk mengatasi permasalahan pemadaman listrik yang tak kunjung membaik di Kota Kupang. Pembangunan PLTS tersebut merupakan pertama kali di Indonesia dengan kapasitas 5 MW dan pertama di Desa Oelpuah.
Sesuai agenda, Jokowi hanya memantau lokasi PLTS, namun di tengah kunjungannya itu, ia diminta untuk meresmikan PLTS agar sesegera mugkin beroperasi.
Menteri ESDM, Sudirman Said mengaku Presiden Joko Widodo mengapresiasi semangat pembangunan di NTT guna menjawab kebutuhan masyarakat. “Untuk pertama kalinya di Indonesia pembangunan PLTS terbesar dengan kapasitas daya mencapai 5 MW. Paling tidak dapat mengurangi kebutuhan listrik masyarakat NTT, “ tegas Said.
Said juga mengakui NTT masih mengalami defisit daya sebesar 40 persen dari stok daya yang di miliki PLN saat ini yakni 68 MW.

Kepala Desa Oelpuah,  Deki Tapen, memberikan apreaiasi kepada Presiden RI. Ia dan warga sekitar berharap, dengan adanya pembangkit tersebut warga yang tinggal di sekitar diprioritaskan dan tidak di nomor duakan seperti proyek-proyek lain yang tidak memberikan manfaat kepada warga sekitarnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada presiden yang sudah resmikan dan kami juga harap agar kami warga sekitar diprioritaskan dalam hal ini jangan ada pilih kasih, “ kata Deki.

Usai meresmikan PLTS di Desa Oelpuah, Presiden dan Ibu Negara bersama rombongan seperti Menteri ESDM Sudirman Said,  Menteri Perindustrian Saleh Husen, anggota DPR RI Cahyo Kumolo dan Herman Hery langsung menuju hotel.Seauai rencana, Senin (28/12), rombongan akan bertolak ke Belu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Rotiklot. (che/jdz)

Foto : Presiden Joko Widodo