PLTU Ropa Terganggu, Dua Hari Kota Ende Gelap

by -73 views

Ende, mediantt.com – Terhitung sejak Sabtu (26/12) hingga Minggu (27/12), Kota Ende seperti kota mati. Ini disebabkan  karena kondisi kota gelap gulita karena  beberapa titik terjadi pemadaman aliran listrik. Karena itu, mayoritas warga kota  merasa kecewa, pasalnya  karena PLN sudah berjanji  tidak terjadi lagi  pemadaman, ternyata janji tersebut cuma janji kosong.
“Saat Malam Natal dan hari Raya Natal untung tidak terjadi pemadaman, kalau tidak apa yang akan terjadi pasti akan datang  reaksi luar biasa dari warga  yang mungkin saja berujung pada tindakan yang tidak kita harapkan,” demikian dikatakan Karolus , warga jalan Ponegoro, yang ditemui di kediamannya, Kelurahan Onekore.

Ia juga berharap, pihak PLN segera memberi penjelasan melalui radio calling atau mengumumkan keliling kota terhadap pemadaman tersebut, hal ini katanya sangat  penting agar warga tidak salah persepsi .
Warga lainnya juga  mengeluhkan pemadaman tersebut. Menurut mereka, mestinya ada sanksi yang jelas kepada PLN dari otorita diatasnya. Kalau warga masyarakat terlembat bayar rekening  pasti dikasi denda, sementara jika PLN melakukan kesalahan, tidak diberi teguran.
“Slogan PLN yakni PLN Pintar atau Listrik Pintar hanya pintar kasih bodoh masyarakat. Mesti ada otoritas diatasnya memberi teguran, jangan hanya sanksi dan teguran kepada kita pelanggan yang jika terlambat bayar dikenakan denda,” kata Lely, seorang ibu Rumah Tangga di Jalan Durian
Asisten Manajer Pembangkit. PT PLN (Pesero) Area Flores Bagian Barat, Teguh Setyawan, ketika dikonfirmasi Minggu (27/12) mengatakan, gangguan terjadi di PLTU Ropa sejak hari Sabtu (26/12) dan hingga kini belum beroperasi lagi. Menurutnya sejak hari Sabtu ,PLTU Ropa terjadi shutdown atau off sehingga Ende mengalami defisit  1,8 hingga 2,5 MW
“Kami informasikan bahwa pada hari Sabtu kemarin  pukul 09.32 Wita, PLTU Ropa Shutdown (off) sehingga Ende mengalami defisit atau padam sekitar 1,8 s/d 2,5 MW,” kata Teguh. Karena itu, perbaikan diperkirakan sekitar 3 hari ke depan tapi samapai sekarang belum beroperasi. “Kami menyampaikan permohonan  maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Teguh. (ale)

Foto : Asisten Manajer Pembangkit. PT PLN) Area Flores Bagian Barat, Teguh Setyawan.