Dihadang Kumulonimbus, Garuda-TransNusa Batal Mendarat di El Tari

by -42 views

KUPANG – Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia (GIA) dan TransNusa, sebuah armada penerbangan domestik, batal mendarat di Bandara El Tari Kupang, akibat diadang awan kumulonimbus yang menutup kawasan bandara sehingga mengganggu jarak pandang pilot untuk melakukan manuver pendaratan.

“Kami sempat putar-putar di atas Kota Kupang dan sekitarnya selama sekitar 10 menit, sampai pilot mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan di Bandara Aroeboesman Ende di Pulau Flores,” kata Emerensiana Purnawati (41), salah seorang penumpang Garuda kepada Antara di Kupang, Senin.

Purnawati yang menumpang maskapai penerbangan Garuda dari Bandara Komodo Labua Bajo di ujung barat Pulau Flores menuju Kupang di ujung barat Pulau Timor ini, menyampaikan kabar tersebut beberapa saat setelah pilot Garuda mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan di Ende.

Menurut Reny, demikian panggilan akrab Emerensiana Purnawati, cuaca buruk sudah terasa sejak keberangkatan mereka dari Labuan Bajo menuju Ende dan seterusnya ke Kupang. “Kami semua cemas dan tegang karena tampak di kiri kanan pesawat hanya awan hitam disertai hujan. Kami merasa lega setelah pilot mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan di Ende,” ujarnya.

“Kami sempat turun dan menunggu selama 15 menit di ruang tunggu Bandara Aboerusman Ende, bersama para penumpang TransNusa yang terlebih dahulu batal mendarat di Bandara El Tari Kupang,” katanya.

Yasinta Agun, salah seorang penumpang TransNusa mengatakan, semua penumpang menaruh hormat kepada pilot TransNusa yang tidak mau mengambil risiko melakukan pendaratan di Bandara El Tari Kupang, tetapi memilih untuk melakukan pendaratan di Ende.

“Ini sebuah pelajaran yang sangat memilukan bagi kami semua. Para pengelola transportasi udara agar tidak memaksakan kehendak untuk terbang di tengah cuaca buruk, dan para calon penumpang juga jangan memaksakan kehendak untuk terbang,” katanya.

Sebelumnya pesawat TransNusa dari Bandara Frans Sales Lega Ruteng Kabupaten Manggarai tujuan Kupang pada Minggu pagi, gagal mendarat di bandara yang terletak di bagian barat Pulau Flores itu, karena kabut tebal yang menghambat jarak pandang pilot.

Pesawat ini terpaksa dialihkan untuk mendarat di Bandara Aboerusman Ende karena cuaca berupa awan kumulonimbus menghadang jarak pandang pilot untuk mendaratkan pesawat itu sehingga harus menunggu lagi atau lewat jalur darat menuju bandara yang aman didarati pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Kupang. (sp/invd/jk)

Foto : Garuda Indonesia