Aneh! Tidak Diberi Proyek, Kontraktor Blokir Jalan

by -156 views

Kupang, mediantt.com – Inilah sikap aneh dan tak patut yang diperlihatkan Hengky Lure, warga TTU yang berprofesi sebagai kontraktor. Hanya karena tidak mendapat atau diberi jatah proyek, ia melakukan tindakan aneh, memblokir jalan menuju sekolah dasar Sontoi di Kabupaten TTU. Akibatnya, ratusan siswa sekolah dasar harus melewati hutan untuk tiba di sekolah. Hingga saat ini, satu-satunya jalur menuju sekolah itu belum dibuka.

Mikael Bolo Kepsek SDN Sontoi kepada wartawan, Senin (7/12) mengatakan, perbuatan yang dilakukan HL salah satu kontraktor itu bukan baru kali ini. Namun, sudah tiga kali melakukan pemblokiran jalan menuju SDN Sontoi.

Menurut Bolo, jika disekolah ada proyek, tapi tidak dikerjakan oleh HL, maka ia mengambil sikap tegas menutup akses jalan satu-satunya menuju SDN Sontoi. Hal ini membuat seluruh siswa terpaksa melewati gunung dan hutan untuk bisa ke sekolah.

“Bukan hanya kali ini tetapi sudah tiga kali melakukan hal yang sama. Setiap kali ada proyek di sekolah atau di desa ini, dia selalu tutup jalan. Ini sangat merugikan kami di sekolah, khususnya kami guru-guru, dengan anak-anak kita melaksanakan KBM tidak berjalan. kemudian masyarakat di sini yang mencari pencaharian di kota terhalang karena dia sudah palang jalan,“ kata Bolo.
Ia berharap kontraktor nakal seperti ini perlu ditindak oleh pihak terkait agar menjadi efek jerah karena para guru bersama siswa sangat kesulitan mencari akses jalan lain menuju sekolah untuk menjalankan tugas mengajar untuk guru. “Jalan tersebut ditutupi dengan ranting pohon duri,” katanya.
Salah satu siswa SDN Sontoi, Nelci Kefi, menuturkan, jika hendak ke sekolah ia bersama teman-temannya harus melewati gunung-gunung dan hutan belukar. “Ini dilakukan setelah jalan utama menuju sekolah ditutup oleh kontraktor HL. Hal ini membuat ratusan siswa/siswi SDN Sontoi Kabupaten TTU tidak sekolah. Ikut jalan besar ada pagar. Bos Hengki Lure yang pagar, dia bilang dia pu tanah. dia pagar dari kemarin jadi tadi kami datang lewat kebun,” katanya.
Informasi yang berhasil dihimpun, pemblokiran jalan oleh kontraktor lokal ini hanya karena ingin mendapatkan proyek pekerjaan swakelola dana desa terkait pekerjaan peningkatan mutu pada jalur jalan menuju sekolah dasar itu. (che)

Foto : Ilustrasi pemblokiran jalan.