Padamkan Listrik Tak Beraturan, PLN Dihadiahi Krans Bunga

by -90 views

Kupang, mediantt.com — PT PLN Cabang Kupang, Selasa (17/11/2015), diberi kado krans bunga oleh warga Kota Kupang itu sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik tak beraturan yang terjadi di Kota Kupang. Ratusan masyarakat Kota Kupang ini tergabung dalam aliansi Masyarakat Peduli PLN.

Ratusan masyarakat itu menggelar aksi damai di depan Kantor PT PLN Cabang Kupang sebagai tanda protes atas sikap PLN yang dinilai sudah sangat berlebihan beberapa pekan terakhir ini.

Sarah Lery Mboeik selaku koordinator forum Masyarakat Peduli PLN dalam kesempatan itu mengatakan, saat ini PLN mati suri, kinerja PLN sudah sangat buruk serta mempermainkan masyarakat Kota Kupang.

Bukan saja itu, kata Sarah, dalam tuntutan yang disampaikan di PLN meminta agar pemerintah segera mencopot dan mengganti managemen PLN Kota Kupang.

“Kami berikan krans bunga karena kami menilai bahwa PLN sudah mati serta kinerja dari PLN sudah sangat buruk saat ini, “ kata Sarah.

Sarah menilai bahwa PLN saat ini sedang menipu masyarakat Kota Kupang. Bukan saja itu, PLN juga dinilai melakukan pemungutan biaya yang sangat berlebihan ketika masyarakat Kota Kupang hendak melakukan pembayaran listrik di Kantor PLN.

Sarah juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT untuk segera melakukan audit terhadap keuangan PLN dan juga meminta pihak kepolisian Polres Kupang Kota untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas keuangan PLN Cabang Kupang.

“Saya minta BPK Perwakilan NTT untuk lakukan audit dan pihak kepolisian juga saya minta untuk segera lakukan penyelidian dan penyidikan di PLN, “ pinta Sarah.

Sarah juga mengancam akan menduduki Kantor PLN Cabang Kupang dengan membawa massa lebih banyak lagi  jika PT PLN cabang Kupang tidak segera menyelesaikan dan menjawab tuntutan masyarakat Kota Kupang terhadap pemadamans ecara bergilir itu.

Curi Kamera Warga

Sementara itu, Silirus, salah satu oknum petugas PT PLN Cabang Kupang dituding telah mencuri kamera merk Nikon milik Yahya Lamber, salah satu warga Kota Kupang, beberapa waktu lalu.

Yahya yang ditemui di PT PLN Cabang Kupang, Selasa (17/11/205) mengatakan, oknum yang mencuri kamera miliknya itu bernama Silirus. Kameranya dicuri ketika dirinya hendak mengadukan perilaku pihak PLN yang memblokir nomor rekening miliknya.

Ia menjelaskan, saat itu dirinya mendatangi Kantor PLN cabang Kupang untuk mengadukan pemblokiran rekening miliknya, dimana saat itu dirinya membawa kamera dengan tujuan untuk merekam seluruh pembicaraan mereka untuk diadukan ke DPRD NTT.

“Saat itu saya datang ke PLN untuk adukan pemblokiran rekening saya dengan bawa kamera dengan tujuan untuk merekam hasil pembicaraan mereka sebagai bukti untuk diserahkan kepada DPRD NTT tapi dirampas oleh Silirus,“ katanya.

Menurut Yahya, hinggga saat ini kamera tersebut belum juga dikembalikan oleh Silirus yang merupakan oknum yang bekerja pada PT PLN Cabang Kupang.

Untuk itu, katanya, dirinya akan melaporkan Silirus ke pihak kepolisian Polres Kupang Kota dengan aduan perampasan atau pencurian barang milik orang. “Saya akan laporkan Silirus ke polisi karena saya menilai dia (Silirus) telah mencuri dan merampas barang saja berupa kamera. Biar hukum yang bertindak atasnya, “ tegas Yahya. (che)

Ket Foto : Krans bunga sebagai hadiah kepada PLN Cabang Kupang karena dinilai telah mati suri.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments