Kemarau Panjang, Warga Bokasape Kesulitan Air Bersih

by -106 views

Ende, mediantt.com – Warga Kampung Detui, Kelurahan Bokasape, Kabupaten Ende, saat ini sedang mengalamai krisis air bersih. Ini disebabkan oleh kemarau panjang yang mulai terasa sejak awal Mei hingga saat ini. Akibatnya, warga terpaksa mengambil air dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Fatmah Evi, warga Detui, RT 08 Kelurahan Bokasape Timur saat dijumpai mediantt.com , Minggu (8/11/2015) di Lowolele menuturkan, sudah hampir enam bulan warga mengalami hal tersebut, dan harus melepaskan segala aktivitasnya demi kebutuhan air minum.
“Ya hanya karena air minum saya lepaskan kerja saya. Belum lagi kami harus siapkan kebun kami untuk musim hujan nanti. Kebum saya belum dibersihkan,” ujar Evi.
Wanita 50 tahun ini mengakui, krisis air bersih sudah terjadi berulang kali. Lebih parah lagi yang terjadi pada tahun ini, dimana warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan sejerigen air. “Kita harus tunggu dan jaga. Airnya kecil,” tutur dia.
Hal senada juga diakui Saliha Babo (60), warga Kelurahan Bokasape Timur. Ia mengungkapkan, air yang didapatkan tersebut hanya untuk minum, sedangkan untuk cuci dan mandi, warga harus ke sungai Lowoloka dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer berjalan kaki.
“Ini untuk minum saja. Kalau cuci dan mandi tidak cukup. Kadang kami tidak mandi,” ujarnya sambil mengusap keringat di wajahnya.
Saliha menambahkan, kadang pihaknya membeli air yang dijual pada tanki berukuran 700 liter dengan harga 50 ribu. Itupun kalau ada uang. Jika tidak, warga harus mengambil air di hutan Lowolele dengan jarak yang lebih jauh lagi.
“Kalau di hutan kita harus mendaki jauh. Dan kami tetap jalan, karena kami butuh air,” katanya.
Untuk mengatasi krisis air bersih dia berharap agar pemerintah dapat memberhatikan kebutuhan warga. Upaya-upaya yang dilakukan warga selama ini seperti membersihkan mata air serta menanam pohon di sekitarnya telah dilakukan. Namun, warga masih tetap kesulitan air bersih.
“Kami harap pemerintah bisa sumbang kami air bersih. Supaya kami bisa lebih cepat membersihkan kebun kami untuk siap musim hujan nanti,” tutup Saliha. (ian bala)

Ket Foto : Fatmah Evi (50), warga Detui, RT 08 Kelurahan Bokasape Timur sedang mengambil air yang disambungkan dengan selang dari pipa di Lowolele. Debit air sangat kecil, ia harus menungggu berjam-jam.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments