Lomba Mancing Piala Gubernur NTT Untuk Kembangkan Wisata Bahari

by -46 views

Kupang, mediantt.com — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menggelar Lomba Mancing Internasional, dan Lomba Mancing Tradisional. Event ini dalam rangka memperebutkan Piala Gubernur NTT, di Dermaga Lantamal VII Kupang. Even tahunan ini digelar dari tanggal 6-8 November 2015 dengan misi utama untuk mengembangkan wisata bahari.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Pengembangan Wisata Konvensi Insentif, Ivent dan Minat Khusus Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, bekerjasama dengan Federasi Mancing Seluruh Indonesia dan Lantamal VII Kupang.
Kepala Seksi Pengembangan Wisata Konvensi Insentif, Ivent dan Minat Khusus Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Agustinus Amtiran, kepada wartawan menjelaskan, ivent dibagi dalam dua lomba yaitu lomba mincing Internasional dan lomba mancing tradisional. Ia merinci, lomba mincing internasional pesertanya dari luar NTT dan juga ada di NTT, yakni Polda NTT, Lantamal VII Kupang, Bank NTT, dan PT. TOM.
“Untuk lomba internasional ini melibatkan orang-orang yang mempunyai alat mancing modern. Lomba ini kebanyakan orang dari luar NTT. Kalau di NTT yang biasa ikut adalah Kapolda NTT, Danlantamal VII Kupang, Bank NTT dan PT. TOM. Sedangkan untuk lomba mancing tradisional kita melibatkan orang-orang di pesisir pantai,” jelas
Amtiran.
Lomba mancing tradisional akan dilaksanakan 6 November 2015 di Dermaga Lantamal VII Kupang. Sedangkan lomba mancing internasional dilaksanakan 7 – 8 November 2015 di wilayah laut Timor dan Rote. “Dalam lomba mancing nanti tidak semua jenis ikan diambil. Kalau dapat akan dilepas,” katanya.

Turnamen ini, kata dia, bertujuan mengembangkan wisata bahari, khususnya turnamen mancing sebagai salah satu produk paket wisata pada daerah destinasi unggulan di NTT,” katanya.

Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan rasa cinta bahari pada masyarakat, mempromosikan potensi kelautan NTT sebagai tempat kegiatan bahari seperti fishing, surfing, diving dan sailing.

Pemerintah NTT, kata dia, juga akan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dan program Gerakan Masukan Laut (Gemala). “Turnamen ini juga untuk meningkatkan pemanfaatan potensi kelautan, menciptakan dan menumbuhkembangkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga mancing,” katanya.

Sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat, instansi terkait dan pelaku pariwisata dalam pengembangan even-even tetap atau atraksi wisata bahari di provinsi kepulauan ini.

Selain itu, sebut dia, adapun kriteria dalam perlombaan tersebut, dimana lomba mancing internasional berat ikan harus 12 kilo gram ke atas. Sementara untuk lomba mancing tradisional dilihat berat ikan.
Sementara hadiah yang disiapkan dalam ivent ini, yakni lomba mancing internasioanl bagi juara I mendapat uang tunai sebesar Rp 17.500.000, juara II Rp 15 juta, juara  III Rp 12.500.000, juara harapan I Rp 10 juta, harapan II, Rp 7.500.000, harapan III Rp 5 juta. Sedangkan mancing tradisional juara I Rp 2.500.000, juara II Rp 2.250.000, juara III Rp 2 juta, juara IV Rp 1.750.000, juara V Rp 1.500.000, dan juara VI Rp 2.250.000.

“Selain hadiah uang tunai para juara juga mendapat piala tetap,” ujarnya.
Untuk lomba mancing internasional, pendaftarannya dilakukan melalui Federasi Mancing Seluruh Indonesia di Surabaya. Sedangkan lomba mancing tradisional sudah disampaikan pengumuman melalui kelurahan-kelurahan pesisir Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. (st/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments