Festival Budaya Melanesia Bangun Persaudaraan

by -109 views

Kupang, mediantt.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Diplomasi Budaya akan menggelar Pagelaran Budaya Melanesia 2015 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 27-30 Oktober. Festival Melanesia merupakan salah satu gelaran budaya yang menampilkan keragaman multietnis Indonesia.

Budaya Melanesia yang berpusat di wilayah Pasifik dan Indonesia timur sebelumnya tidak diketahui secara luas. Bukan saja bagi masyarakat Indonesia, namun juga dunia internasional.  Festival Melanesia diharapkan menjadi salah satu cara untuk menunjukan kepada dunia bahwa Melanesia kaya akan ragam budaya.

Festival Budaya Melanesia ini merupakan cara untuk membangun persaudaraan, persahabatan dan kerja sama di negara-negara yang memiliki penduduk Melanesia.
“Setelah memahami dan mengenal dapat meningkat menjadi tukar pikiran, kerja sama dan akhirnya menuju kesejahteraan bersama rakyat Melanesia,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan saat memberi sambutan di malam penyambutan delegasi Festival Budaya Melanesia di Kupang, Selasa (27/10) malam.
Ia mengharapkan, kebudayaan menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi, khususnya kemaritiman, dan politik.
“Mudah-mudahan dengan pintu kebudayaan bisa menciptakan perdamaian dan membangun kesejahteraan.”
Kerja sama dalam bidang budaya juga diharapkan dapat menjembatani perbedaan yang ada diantara negara Melanesia.
Festival Budaya Melanesia diadakan di Indonesia untuk pertama kali dan antara lain dihadiri oleh delegasi dari Papua Niugini, Fiji dan Kaledonia Baru.
Selain seminar mengenai penyebaran, bahasa dan kerja sama Melanesia, festival ini juga akan diisi oleh pemutaran film dari negara peserta.
Indonesia memutar tiga film dalam festival ini, yaitu “Cahaya Dari Timur”, “Tanah Mama” dan “Atambua 39 C”.
Festival ini turut mengagendakan penampilan seni dari negara peserta, Indonesia mengirim perwakilan dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
Melanesia adalah sub-ras dengan persebaran di wilayah Indonesia mencakup Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat serta negara lain seperti Vanuatu, Fiji, Pulau Solomon dan Papua Nugini.

Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak menjelaskan pada jumpa pers, Kamis (22/10), leluhur yang datang ke Nusantara ada yang tetap tinggal dan ada yang bermigrasi hingga ke Australia dan berpusat di Papua, Papua Nugini dan Australia.
Budaya yang berkembang di Papua dan Papua Nugini meluas sampai ke Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat serta timur jauh seperti Fiji dan Vanuatu.
Bukti-bukti peninggalan Melanesia menunjukkan sub-ras tersebut hadir di Australia, yang diwakili oleh Aborigin, sejak 60.000 tahun lalu.
Sementara itu peninggalan di Indonesia menunjukkan mereka datang 45.000 sampai 50.000 tahun yang lalu.
Perbedaan budaya yang ada di tempat persebaran Melanesia menurut Truman disebabkan oleh faktor lokal.
Pater Gregonius Neonbasu, Ahli Bidang Melanesia dari NTT, mengatakan, Melanesia merangkum tiga hal penting yaitu prosperity, humanity, and solidarity. “Ini akan tersampaikan kepada dunia dan negara-negara asing yang akan datang ke Melanesia 2015,” katanya.

Menurutnya, dalam Festival Budaya Melanesia ini diharapkan semua Melanesia akan dikenal hingga ke kancah internasional. “Festival Budaya Melanesia diharapkan mampu menarik minat dari masyarakat Indonesia dan internasional, serta mengenali budaya Melanesia yang tak kalah menarik dari gelaran budaya yang banyak dipertunjukan,” kata Neonbasu

Langkah Besar
Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan festival akan menampilkan empat kegiatan yakni pemeran budaya yang digelar di Musemum Daerah, pertunjukan kesenian, konferensi, dan penayangan film.
“Ini langkah besar. Melalui festival ini, kita ingin berkontribusi mengawali dunia yang damai dari NTT,” ujarnya.
Sekitar empat film dari Indonesia yang akan diputar pada fistival ini, yakni Atambua 39 C, Tanah Mama, Cahaya Dari Timur, dan Beta Maluku. Selain itu, film Adi dari Fiji, dan Monnaine Kanak dan Ngajila Tjibau Cultural Center, New Caledonia House of Rich.
Adapun pameran budaya bertema ‘Spirit of Melanesia‘ mengisahkan budaya Melanesia menyebar hingga Nusa Tenggara Timur.  Melanesia atau kepulauan yang warganya berkulit hitam dan berambut keriting, memanjang dari Maluku ke bagian timur hingga Pasifik bagian barat, utara dan timur Laut Australia.
Menurut Frans, pertemuan ini bertujuan mencari kesamaan di antara keragaman budaya negara-negara Melanesia yang diharapkan meningkatkan pemahaman mengenai penduduk Melanesia dan budayanya serta mendorong kerja sama dalam berbagai aspek seperti pendidikan, ekonomi dan budaya. (ant/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments