Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi Tahap Pertama

by -56 views

JAKARTA — Presiden Joko Widodo mengumumkan tiga paket kebijakan ekonomi yang disebutnya sebagai tahap pertama, untuk menggairahkan kembali sektor riil. Ada tiga hal pokok dalam paket kebijakan ekonomi ini yang diungkapkan presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Yang pertama, mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi dan debirokratisasi setrta penegakan hukum dan kepastian usaha. Ada 89 peraturan yang dirombak dari 154 yang masuk ke tim, sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi, bisa memperkuat koherensi dan konsistensi, serta memangkas peraturan yang tidak relevan atau menghambat daya saing industri nasional,” kata Presiden.

Dia menambahkan bahwa sudah disiapkan 17 rancangan peraturan pemeritah, 11 rancangan peraturan presiden, dua rancangan instruksi presiden, 63 rancangan peraturan menteri dan lima aturan lain.

Selain itu, menurut presiden, pemerintah juga melakukan langkah penyerdehaaan izin, memperbaiki prosedur kerja perizinan, memperkuat sinergi, peningkatan kualitas pelayanan serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik.

“Pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua paket deregulasi dalam bulan September dan Oktober 2015. Ini paket pertama, jadi nanti ada paket kedua, dan mungkin ada paket ketiga,” kata Presiden.

Yang kedua, mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional,” kata Presiden.

Langkah ini ditempuh antara lain dengan penyederhanaan izin, penyelesaian tata ruang dan penyediaan lahan, percepataan pengadaan barang dan jasa pemerintah serta diskresi dalam penyelesaian hambatan dan perlindungan hukum.

Pemerintah, kata Presiden, juga memperkuat peran kepala daerah untuk melakukan dan atau memerikan dukungan percepatan pelaksaan proyek strategis nasional.

Ketiga, meningkatkan investasi di sektor properti. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pembangunan perumahan, khususnya untuk masyasakat berpenghasilan rendah serta membuka peluang lebih besar di sektor properti,” kata Presiden.

Paket lain yang juga akan didorong pemerintah adalah mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Caranya adalah dengan menurunkan suku bunga dari sekitar 23 persen menjadi 12 persen per tahun. Hal ini dilakukan karena pemerintah akan memberi subsidi bunga.
Paket-paket kebijakan tersebut melengkapi tiga langkah yang sudah dilakukan pemerintah sebelumnya, yakni pengendalian harga komoditi pokok BBM dan pangan, pembentukan tim pengawasan realisasi anggaran serta pembentukan Badan pengelola Dana Perkebunan kelapa sawit untuk merealisasikan biodisel 15 persen guna kurangi impor BBM.
“Saya meyakini paket kebijakan pertama ini akan memperkuat industri nasional, akan mengembangkan usaha UMKM dan perdagangan antar-daerah, pariwisata bergairah, menjadikan kesejahteraan nelayan membaik dengan meningkatkan produksi ikan tangkap dan hemat BBM dengan konversi solar ke elpiji,” ujar Presiden. (sp/kpc/jdz)

Ket Foto : Presiden Joko Widodo didampingi menteri bidang ekonomi saat menyampaikan paket kebijakan ekonomi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments