Kalabahi, mediantt.com — Entah kenapa, Rabu (19/8/2015), menjadi hari yang pahit buat Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekreatif) Kabupaten Alor, Dra Sri Inang Ananda Enga. Sekitar pukul 10.00 Wita, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo meneleponnya dan marah-marah hingga mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan mengancam akan menonjobkan istri anggota DPRD Alor, Aris Wahyudi itu.

Pernyataan orang nomor satu di Nusa Kenari yang akan menonjobkan Kadis Parekreatif Inang Enga, dalam satu pekan terakhir menjadi bahan diskusi, baik di kalangan PNS maupun masyarakat umum. Meski menjelang beberapa saat pada hari yang sama, Bupati Djobo menelepon balik Kadis Inang Enga bahwa SK nonjob telah dibatalkan. Namun, Sekda Alor Hopni Bukang,SH saat memimpin apel pagi pun mengeluarkan pernyataan sama bahwa jabatan Kadis Parekreatif dinonjobkan.

Hal ini membuat Kadis Inang Enga dan keluarga telah bersepakat untuk mengambil sikap. Menurut mereka, kata-kata kasar yang disampaikan sang atasan membuat harga diri dan martabat tercoreng. Itu alasannya, Selasa (25/8/2015), Kadis Inang Enga mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Alor untuk meminta SK nonjob.

Disaksikan mediantt.com, Inang Enga diterima Kaban BKD, Sony Alelang, Istri Ketua tim relawan paket Amin (Amon Djobo-Imran Duru) itu menjelaskan, meski SK nonjob telah dibatalkan tetapi pernyataan Bupati Alor sudah membuat nama besar keluarga tercoreng. Karena itu, pihaknya menolak kalau Bupati kembali meminta untuk menjabat Kadis Parekreatif Alor. “Saya tidak akan kembali menjabat Kadis Parekreatif Alor. Kata-kata caci maki yang disampaikan Bupati, membuat harga diri saya seorang perempuan dan martabat seluruh keluarga saya telah tercoreng. Karena itu, keluarga saya minta untuk tinggalkan jabatan Kadis dan kami siap untuk lawan dia,” tegasnya.

Kepala BKD Alor, Sony Alelang menjelaskan, pihaknya belum mengeluarkan dokumen resmi untuk memberhentikan Kadis Parekreatif, Sri Inang Ananda Enga. Dia mengaku, dokumen pemberhentian memang telah disiapkan tetapi secara aturan sangat tidak bisa. “Kalau saya mau bilang, informasi yang berkembang diluar itu tentu menanggapi situasi tetapi kami BKD tidak mengeluarkan dokumen resmi. Dokumen memang kami siapkan tetapi harus disertai dengan aturan,” katanya.

Dia menyebutkan, BKD mengeluarkan SK pemberhentian bila yang bersangkutan telah melakukan suatu pelanggaran. SK pemberhentian seseorang, kata dia, harus didahului dengan Baperjakat yang mana ada BAP. “Secara administrasi saat ini ibu Inang masih menjabat Kadis Parekreatif Alor. Tetapi ibu Inang bersama keluarga sudah nyatakan sebaiknya letakan jabatan karena pernyataan Bupati, saya akan sampaikan ke Bupati untuk dipertimbangkan,” tandasnya.

Catatan mediantt.com, beberapa waktu lalu caci maki yang sama juga disampaikan Bupati Djobo kepada salah satu Kadis di lingkup Pemkab Alor. Beberapa sumber terpercaya mengaku kesal terhadap sikap Bupati Djobo karena sering mencaci maki bawahannya di hadapan umum. (joka)

Foto : Kadis Parekreatif Alor, Dra. Sri Inang Ananda Enga  yang kini dinonjobkan.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of