Kehadiran Tambang Mangan dan Batu Warna Merusak Alam di TTS

by -129 views

Soe, mediantt.com — Kehadiran tambang mangan dan batu warna di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dinilai hanya bikin rusak alam dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap perbaikan ekonomi rakyat.

“Sampai hari ini royalti tidak jelas. Dan, tidak ada laporan pemerintah bahwa perusahaan itu telah membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB). Yang ada justru alam jadi rusak, ekonomi masyarakat sekitar juga tidak berubah,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD TTS, Religius Usfunan kepada tim tour jurnalistik dari Asosiasi Media Online (AMO) NTT di gedung DPRD TTS, Selasa (11/8/2015).

Salah satu perusahaan tambang batu mangan terbesar di TTS adalah PT. SoE Makmur Resources (SMR). Perusahaan ini beroperasi di wilayah Kecamatan Kuatnana dengan luas garapan sekitar 4.550 hektare. Sejak tahun 2008 hingga 2015, PT. SMR telah mengekspor jutaan ton batu mangan ke China.

“Tidak ada hal positif yang terlihat akibat keberadaan SMR. Rakyat TTS, terutama yang berada di sekitar areal tambang, masih miskin. Untuk apa dipertahankan kalau kondisinya menyedihkan seperti ini,” kata Usfunan, yang juga Ketua PKB TTS ini.

Sekretaris PKB TTS, Roy Babys, menambahkan, kerusakan alam juga terjadi di Pantai Kolbano akibat penambangan batu warna-warni untuk di ekspor ke Taiwan, Iltalia, Eropa, dll.

“Ijin 1 hektar, tapi di lapangan menjadi 5-6 hektar. Lingkungan jadi buruk. Pemerintah mesti tegas, bila perlu tutup saja itu lokasi tambang,” tegas Roy.  (sergapntt.com/jdz)

Foto : Lokasi tambang Batu Mangan di Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments