Warga Fatukanutu Diingatkan Lestarikan Nilai Empat Pilar

by -19 views

Kupang, mediantt.com – Majelis Permusyawaratan Rakat (MPR) RI terus mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, anggota MPR/DPR-RI, Dr. Charles J Mesang mengingatkan warga di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, untuk tetap mempertahankan dan melesatrikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Alasannya, empat pilar itu terkandung tradisi-tradisi positif yang diwarisakan para pendahulu.

“Seperti kerja sama, gotong royong, serta toleransi antar umat beragama, dan ini perlu kita lestarikan kepada semua kita dan anak cucu kita,” kata Charles Mesang ketika menggelar Sosialisasi Emapt Pilar Kebangsaan di Gedung Gereja Betesda Sufa, Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Sabtu (11/7/2015).

Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan, di era globalosasi saat ini nilai-nilai yang terkandung  dalam Pancasila, mulai pudar lantaran kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga pemerintah pusat, melalui MPR melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan terus menerus kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebutkan, Empat Pilar Kebangsaan merupakan tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena di dalam Pancasila terdapat landasan atau dasar dari nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang sampai sekarang menjadi panutan. Sedangkan UUD 1945, jelas dia, mengatur norma-norma  atau sebagai aturan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. “NKRI adalah wilayah yang bangsa Indonesia tempati dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir Talaut samapi Rote adalah harga mati untuk dijaga dan dipertahankan oleh seluruh lapisan masyarakat dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai lambang pemersatu Bangsa Indonesia yang beraneka ragam perbedaannya,” jelas Mesang yang saat itu didamping staf ahlinya, Peter Nenohay.

Nara sumber lainnya dalam sosialisasi itu, Senator/Anggota DPD RI asal NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah. Medah mengatakan, para aparat pemerintah dan penyelenggara negara mesti lebih intens diberikan pemahaman yang lebih baik tentang Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk meminimalisir tindakan koruptif yang merugikan masyarakat. “Selain sosialisasi itu dilakukan kepada masyarakat, sangat penting juga dilakukan bagi aparat kemanan kita untuk lebih tegas bersikap ketika muncul ancaman terhadap keutuhan Negara baik dari dalam maupun dari luar,” kata Medah dalam forum sosialisasi yang dimoderatori oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Jerry Manafe itu.

Pimpinan Jemaat Betesda Sufa Desa Fatukanutu, Pdt. Daud Tari mengatakan, Pancasila dan Agama adalah dua prinsip hidup manusia yang paralel, karena prinsip-prinsip Pancasila, merupakan juga prinsip-prinsip Agama sehingga jika menjalankan Agama dengan benar, maka sama halnya dengan menjalankan Pancasila dengan benar pula.

Ia menyarankan agar Penataran P4 yang dulu pernah dilakukan bagi siswa-siswi di sekolah kembali dimunculkan agar generasi muda lebih dini memahami Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan lebih mencintai bangsa Indonesia.

Warga Desa Fatukanutu, Yohanis Ton, mengatakan, sangat urgen untuk membentuk Kelembagaan di Daerah untuk mambantu MPR RI dalam mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan sehingga efektif sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menyoroti masuknya generasi muda Indonesia dalam organisasi radikal seperti ISIS. “Itu terjadi karena faktor ekonomi yang menuntutnya bergabung dengan ISIS. Pemerintah mesti menyediakan lapangan-lapangan kerja untuk menampung generasi muda Indonesia,” katanya. (laurens leba tukan)

Ket Foto: Anggota MPR/DPR RI Dr. Charles J. Mesang (kanan) ketika menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Sabtu (11/7/2015).

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments