Presiden Jokowi Ganti Enam Menteri

by -74 views

JAKARTA – Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan perombakan kabinet (reshuffle). Rabu (12/8/2015) siang, presiden melantik enam menteri yang akan membantunya dalam Kabinet Kerja di Istana Negara.

Tiga menteri yang dilantik merupakan menteri koordinator. Yakni, Darmin Nasution menjadi Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil, Rizal Ramli menjabat Menko Kemaritiman menggantikan Dwisuryo Indroyono Soesilo, dan Luhut Pandjaitan yang ditunjuk sebagai Menko Polhukam menggantikan Tedjo Edhy Purdjiatno.

Sofyan Djalil selanjutnya akan menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago. Lalu, ekonom Thomas Lembong ditunjuk menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel.

Satu menteri baru dalam Kabinet Kerja adalah ‎politikus senior PDIP Pramono Anung yang akan menjabat Sekretaris Kabinet mennggantikan Andi Widjajanto.

Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, reshuffle menjadi salah satu tahapan penting dalam membangun bangsa yang lebih baik. “Mudah-mudahan orang-orang yang sudah dipilih presiden dapat bekerja sesuai harapan rakyat dan untuk bangsa dan negara,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8).

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) ketika dikonfirmasi menjelaskan, alasan pergantian untuk memperbaiki koordinasi. Namun, dengan dalih sangat teknis, JK tidak mengungkapkan detail alasan pergantian ketiga Menko tersebut.

“Tugas-tugasnya harus baik. Harus koordinasi lebih baik, harus ada fokusnya. Harus langkah-langkahnya jelas,” kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (12/8).

Tetapi, JK menegaskan bahwa pergantian lima menteri yang mayoritas dari ekonomi bukan karena perlambatan ekonomi kuartal II-2015.

“(Perlambatan ekonomi) kemarin itukan faktornya bukan hanya masalah menteri. Sebagian besar krn masalah eksternal,” papar JK.

Sebaliknya, JK mengatakan bahwa perombakan (reshuffle) kabinet dilakukan agar pemerintahan berjalan lebih baik. “Sebagaimana prinsip-prinsip dasar kalau ada reshuffle tentu ingin mencapai hasil yang lebih baik. Tentu alasannya itu, untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ungkapnya.

Tetap Dukung

Nasdem merelakan Tedjo Edhi Purdjianto lengser dari jabatan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan. Wakil Ketua Fraksi Nasdem di DPR Johnny G. Plate mengatakan, Nasdem memiliki kewajiban untuk merelakan ketika presiden ternyata menilai kader Partai Nasdem itu tidak cukuf efektif. Nasdem tidak masalah apabila Presiden Joko Widodo memutuskan menggantikan Tedjo.

“Yang terpenting hasil dari perubahan tersebut adalah mendapatkan respon pasar secara positif,” kata anggota komisi IX DPR, Rabu, (12/8).

Plate hanya berharap agar nama-nama baru dalam kabinet kerja dapat diterima positif oleh pasar. Baik itu, sektor ekonomi dan lingkungan politiknya. Termasuk Luhut Binsar Panjaitan yang menggantikan Tedjo.

Namun, ketika ditanyakan soal cocok tidaknya Luhut sebagai Menko Polhukam, Plate kembali mengatakan bahwa yang mengatur serta menilai cocok atau tidaknya pergantian posisi itu hanyalah seorang presiden. “Saya menilai keduanya (Tedjo dan Luhut) sebetulnya memiliki kinerja yang cukup baik. Hanya saja persepsi publik Luhut lebih baik ketimbang pak Tedjo,” tuturnya. (jp/sp/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments