Duh, Video Mesum Pelajar Kembali Beredar di Kalabahi

by -158 views

Kalabahi, mediantt.com — Video mesum yang diduga kuat diperankan oleh dua orang siswa SMA di Kota Kalabahi, Alor, kembali beredar. Video dengan adegan layak suami istri ini beredar setelah handphone (HP) dan memory card dari para pelaku hilang dan berpindah tangan.

Catatan mediantt.com, dengan beredarnya video mesum tersebut, maka sudah empat video mesum yang beredar sejak tahun 2013, dengan melibatkan para pelaku yang berbeda. Umumnya video ini diperankan oleh oknum siswa SMA di Kalabahi, bahan berpakaian seragam putih abu-abu. Video mesum sebelumnya juga menjerumuskan tiga nama sekolah di Alor.

Saat ini, video mesum berdurasi 30.04 menit ini beredar di Kalabahi. Diduga kuat, HP dan memory card dari para pelaku pindah tangan, bahkan video ini beredar sejak beberapa bulan lalu. Video tersebut diduga kuat dibuat di salah satu kamar kos di Kota Kalabahi. Para pelaku diperkirakan berumur antara 19-21 tahun.

Data yang dihimpun wartawan di Kalabahi, Rabu (12/8/15 mengungkapkan, video ini bereder setelah HP dan memory card dari kedua pelaku hilang dan berpindah tangan. Namun, kuat dugaan video ini sengaja diedarkan oleh salah satu pelaku, karena merasa putus asa.

Dalam video juga terlihat jelas wajah kedua pelaku baik pria maupun wanita. Adegan dalam video itu, diduga direkam dengan menggunakan dua HP, baik milik pelaku pria maupun milik pelaku wanita. Namun, video yang beredar tersebut diduga kuat milik pelaku pria.

Informasi lain mengungkapkan, video ini bukan diperankan oleh siswa SMA, tapi oleh oknum mahasiswa. Diduga kuat video ini dibuat di Kota Kupang yang diperankan oleh dua oknum mahasiswa, tapi sumber lain lagi mengungkapkan para pelaku ini tengah berada di Kalabahi.

Seperti diketahui, kasus video mesum dengan adegan yang sama juga pernah diperankan oleh sejumlah oknum siswa SMA di Kalabahi. Salah satu kasus yang menghentakkan publik Nusa Kenari yakni video yang dibuat di sekitar rumah ibadah dan sekolah.

Karena merasa malu, para pelaku langsung dikeluarkan dari sekolah dan meninggalkan Kalabahi. Pelaku kini ada yang berada di Makassar dan Bali.

Kapolres Alor, AKBP I Made Sugawa, yang dikonfirmasi terkait beredarnya video mesum ini belum merespon short message service (SMS) wartawan.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Alor, Lodia Lahtang mengatakan, LPA bukan lembaga yang punya gigi untuk meredam semua bentuk kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak. Menurut dia, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi orang tua dan semua pihak. “Kami sudah pakai berbagai cara dan masih terus melakukan sosialisasi dan advokasi. UU kita juga memungkinkan anak-anak bebas melakukan kejahatan. Kalau sama-sama anak ya diversi, kalau orang dewasa dengan anak ya dewasa yang dihukum, anaknya bebas,” tandasnya.

Lodia menjelaskan, kasus video mesum yang dilakukan oleh anak-anak adalah delik aduan, namun selama ini kasus video mesum tidak pernah dilaporkan bahkan orang tua merasa tidak dirugikan. “Mana ada orang tua di Alor yang merasa dirugikan lalu melapor video begituan selain masyarakat konsumen? Saya yang ketua LPA juga terlalu sering terancam akibat keberanian terlibat dan advokasi berbagai kasus kekerasan anak. Saya juga menginformasikan kepada pihak terkait, tapi sinergitas antara masyarakat, pemerintah dan penegak hukum, perlu direfresh kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan, video yang dilakukan dalam rumah ibadah saja, tidak ada kepedulian dari masyarakat apalagi yang dilakukan di luar. “LPA fokus urus anak yang baik tetap baik, sedangkan yang berhadapan dengan hukum, tentunya kami berkomunikasi dengan pihak berwewenang,” katanya. (joka)

Foto: Ilustrasi.

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments