Mahasiswa PGRI Kembali Desak Sam Haning Mundur

by -24 views

Kupang, mediantt.com – Persoalan internal Universitas PGRI NTT tampaknya makin rumit. Dua pihak yang saling klaim, tak bisa lagi diajak kompromi untuk mencari solusi terbaik. Mahasiswa pun tidak satu sikap. Ada yang mendukung Rektor Samuel Haning, ada yang berpihak ke Rektor Anton Kato.

Rabu (5/8/2015) kemarin, mahasiswa yang anti Rektor Samuel Haning kembali menggelar unjukrasa ke DPRD NTT. Tuntutannya sama, mendesak Samuel Haning untuk mundur dari jabatan rektor. Mereka juga mendesak agar segera menuntaskan kasus gelar doctor palsu dari Berley yang digunakan Samuel Haning.

Disaksikan mediantt.com, dalam aksi di DPRD NTT itu, mahasiswa PGRI NTT juga membawa krans bunga dan peti mati sebagai tanda matinya hukum di Indonesia. Alasannya, Rektor Universitas PGRI Samuel Haning telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ijasah Berkley.

Karena itu, para mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 100 orang itu, menuntut agar rektor PGRI Samuel Haning mundur dari jabatannya, karena menggunakan gelar doktor palsu. Mereka juga mendesak polisi untuk menuntaskan kasus gelar palsu rektor PGRI sesuai UU Sisdiknas dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta.

“Mengusut produk ijasah yang ditandatangani Samuel Haning sebagai rektor gelar palsu,” kata koordinator aksi Abraham Lasay saat orasi di halaman kantor DPRD NTT.

Mereka juga menuntut agar yayasan PGRI segera mengangkat rektor definitif sesuai surat dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk mengaktifkan kembali Universitas PGRI.

Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo mengatakan, Dikti telah menonaktifkan universitas itu sampai penyelesaian internal ini selesai, sehingga universitas itu dilarang menerima mahasiswa baru. “Jadi kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempertanyakan masalah ini,” katanya.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno mengatakan, DPRD NTT akan terus mengawal penyelesaian kasus PGRI NTT. Salah satu caranya, sebut dia, DPRD segera mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Frkopindo) untuk bersama-sama mencari jalan keluar atas persoalan di Universitas PGRI NTT. “Komisi V DPRD NTT akan terus mengawal masalah ini, dan akan mengirim delegasi ke Menristek Dikti untuk mengecek rekomendasi yang disampaikan DPRD NTT untuk segera menyelesaikan kemelut di PGRI NTT ini,” tegas Anwar.

Hingga berita ini tayang, Rektor PGRI Samuel Haning, belum berhasil dikonfirmasi. (jdz)

Foto : Demo mahasiswa PGRI di DPRD NTT, Rabu (5/8/2015)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments