Dipermalukan Persebata 1-0, Persap Alor Hajar Persematim 2-0

by -178 views

Kalabahi, mediantt.com — Setelah dipermalukan tetangganya, Persebata Lembata 1-0 pada pertandingan sebelumnya Senin (27/7/15), Persap Alor langsung bangkit dan ‘menghajar’ Persematim Manggarai Timur 2-0 dalam turnamen Suratin Cup 2015 U-10 di Stadion Batunirwala Kalabahi, Selasa (28/7/15). Sementara itu, PERSS Soe menekuk Persema Malaka 1-0.

Pertandingan antara Persap Alor dan Persematim berlangsung sengit sejak peluit panjang dibunyikan wasit Marsel Mboro. Sejak menit awal, kedua tim bermain dalam tempo sedang. Persap Alor yang kalah pada pertandingan dengan Lembata terus menekan pertahanan Persematim.

Bola-bola pendek terus diperagakan anak-anak asuhan Made Dejan Ibrahim dan mengandalkan serangan kedua sayap melalui kaki Marsel Fanmakai. Pada babak pertama, serangan Persap Alor selalu dipatahkan pemain belakang Persematim. Dengan postur tubuh yang tinggi, pemain belakang Persematin mudah mematahkan serangan pemain depan Persap Alor, Petrus Gilaa. Sementara Persematim mengandalkan serangan balik melalui penyerangnya, Fajarudin dan Peter Tata, namun hingga turun minum skor masih kaca mata.

Di babak kedua, kedua tim mulai merubah pola permainan dengan menggantikan sejumlah pemain. Permainan cukup keras, sehingga sejumlah pemain mendapatkan kartu kuning dan ditandu keluar lapangan. Peluang emas Persap Alor baru didapat melalui kaki, Petrus Gilaa pada menit ke 67 yang mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Merasa tertinggal, Persematim yang ditonton langsung sang Wakil Bupati Matim, Adreas Agas terus membangun serangan melalui bola-bola panjang. Serangan Persematin sebenarnya membuahkan hasil jika tendangan kaki kanan Fajarudin pada menit ke 72 tidak ditangkap kiper Persap Alor, Baharudin Ahmad.

Pada menit-menit akhir, pertandingan semakin sengit yang memaksa kiper Persematim, Rinto Ndanu terpaksa ditandu keluar lapangan setelah berbenturan dengan pemain depan Persap Alor. Donny Wona yang menggantikan Rinto juga terpaksa harus memungut bola dijalanya setelah Marsel Fanmakuni mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Gol yang diciptakan pemain yang akan berlatih di Manchenter United, Inggris ini cukup indah karena membangun serangan dari sayap kanan dengan melewati tiga pemain belakang Persematim. Marsel dengan mudah menjebloskan bola di sisi kiri. Setelah menyumbang gol, Marsel ditarik keluar dan digantikan oleh Orlando.

Sementara itu, pada hari yang sama PERSS Soe menang tipis 1-0 atas Persema Malaka. Pertandingan yang dipimpin wasit Wisnu Tudo ini, kedua tim bermain dalam tempo sedang. Pada menit ke empat kiper Persema Malaka, Carlos Da Santon dipaksa memungut bola dari jalannya.

Gol ini bermula ketika terjadi pelanggaran di luar kotak penalti oleh pemain belakang Persema Malaka, Mikhael Manek. Tendangan bebas dari pemain PERSS Soe langsung ke kotak penalti disambar dengan sundulan kepala oleh Darmano pada menit ke empat. Skor 1-0 untuk PERSS Soe ini tidak berubah hingga pertandingan usai.

Dipermalukan Persebata

Sebelumnya (27/7/15), Lembata permalukan Persap Alor 1-0. Bermain di kadang sendiri, Persap Alor dipermalukan kesebelasan Persebata Lembata 1-0 dalam turnamen ini. Meski didukung penuh para suporternya, Persap Alor harus mengakui keunggulan anak-anak Kabupaten Ikan Paus ini.

Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Antonius, Persap Alor yang dimotori pemain yang akan berlatih di klub elit Liga Inggris Manchester United, Marselinus Fanmakuni, terus menekan pertahanan Persebata Lembata. Sejumlah peluang dari kaki anak-anak Persap Alor berhasil dipatahkan pemain belakang Persebata Lembata.

Anak-anak asuhan Simon Langodai ini hanya sesekali mengandalkan serangan balik melalui kaki penyerang kelahiran Baranusa Pantar Barat, Syaril Bara. Bara berhasil menciptakan sejumlah peluang, namum mudah dipatahkan oleh pemain belakang Persap Alor.

Hingga turun minum kedudukan masih kaca mata. Pelatih Persap Alor, Mahdi Ibrahim merubah strategi dengan mengganti sejumlah pemain. Serangan-serangan yang dibangun Persap Alor juga mudah dipatahkan kiper Persebata Lembata, Taibil Umar. Umar bahkan melakukan beberapa kali penyelamatan gemilang ketika berhadapan satu lawan satu.

Kiper berusia 16 tahun ini layak disebut sebagai dewa penyelamat, karena tercatat tujuh kali menyelamatkan bola dari tendangan jarak dekat. Termasuk menghalau bola yang ditendang Marcel Fanmakuni dengan jarak yang sangat dekat.

Pertahanan belakang yang kokoh membuat penyerang Persap Alor kelabakan untuk memasukan bola ke jala Taibil Umar. Pemain belakang yang diprakarsai libero, Aloisius Sili berhasil mematahkan serang-serangan yang dibangun penyerang Persap Alor.

Persap Alor yang membangun serangan dari sektor sayap melalui kaki Marcel Fanmakuni terlihat tidak sempurna, karena Marsel selalu dijaga oleh dua sampai tiga pemain Persebata Lembata.

Pemain belakang Persebata melalui libero jangkungnya, Aloisius Sili berhasil menyapu bersih bola-bola dari penyerang Persap Alor dan berhasil dalam duel udara. Pada pertengahan babak kedua, Persebata Lembata mempunyai peluang emas ketika terjadi pelanggaran di daerah pertahanan Persap Alor. Tendangan bebas dari kaki Aleksander Prason hampir mengubahkan kedudukan, namun bola membentur mistar gawang.

Prason berhasil membalas kegagalannya itu ketika ia berdiri bebas di area pertahanan Persap Alor. Ketika terjadi kemelut di depan gawang, Prason yang berdiri bebas berhasil menjebloskan jala Persap Alor pada menit ke 65.

Dengan sisa waktu yang ada, anak -anak Nusa Kenari terus membangun serangan untuk mengubah kedudukan. Sejumlah peluang Persap Alor berhasil dipatahkan penjaga gawang Persebata Lembata. Hati anak-anak Lembata mulai gundah gulana, ketika wasit mengusir libero sekaligus kapten tim, Aloisius Sili pda menit 79.

Melihat kekuatan tidak seimbang, pelatih Persebata Lembata merubah strategi untuk bertahan dan mengandalkan serang balik. Pemain penyerang, Syaril Bara ditarik ke belakang untuk membantu pertahanan. Meskipun anak-anak Persap Alor bertubi-tubi melakukan serangan, namun hingga wasit meniup peluit panjang kedudukan tetap 1-0 untuk kemenangan Persebata Lembata.

Bupati Alor Kecewa

Sementara itu, Bupati Alor Amon Djobo saat membuka turnamen mengaku kecewa dan prihatin karena banyak tim yang tidak terlibat dalam turnamen Suratin Cup 2015. Menurutnya, dari 22 kabupaten/kota hanya lima tim yang mengikuti event tahunan ini.

“Hanya empat kabupaten yang ikut termasuk Alor. Kami juga turut prihatin atas kondisi ini. Kalau model ini yang di NTT, maka cabang olahraga khususnya sepak bola tidak bisa dikembangkan. Paling tidak ada 10 kabupaten yang ikut. Ini suara hati dari kami orang Alor,” kata Djobo.

Dia mengatakan, dengan kondisi seperti ini, maka ia pesimis perkembangan sepak bola di NTT tak akan maju, karenanya ia menyatakan belangsungkawa buat seluruh pemain sepak bola di NTT. Menurutnya, kehadiran empat tim telah memberikan harga dan nilai bagi tuan rumah Kabupaten Alor.

Gubernur NTT, Frans Leburaya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Alor, Amon Djobo mengatakan, Suratin Cup 2015 merupakan turnamen yang dilakukan dengan menghargai martabat, kehormatan dan kebanggaan. Menurutnya, Suratin Cup juga diharapkan untuk membangun keunggulan sepak bola NTT di kancah nasional sekaligus melakukan perbaikan dan penyempurnaan sepak bola yang telah mengangkat nama NTT.

Pantauan wartawan, acara pembukaan dihari lima tim termasuk Persap Alor yakni Persebata Lembata, Persema Malaka, Perss Soe dan Persmatim Manggarai Timur. Pembukaan turnamen ini ditandi dengan tendangan bola pertama oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Andreas Agas. (joka)

Foto : Pertandingan Suratin Cup 2015, di Stadion Batunirwala Kalabahi.

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments