Inggris Siap Dukung Rencana Infrastruktur Ambisius Jokowi

by -18 views

JAKARTA — Dalam pernyataan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron, mengatakan, Inggris siap berkolaborasi dengan Indonesia untuk melaksanakan pembangunan, termasuk mendorong rencana pembangunan infrastruktur yang dipetakan Jokowi.

Perusahaan-perusahaan asal Inggris, kata Cameron, sangat berpengalaman, dan dalam tiga tahun ke depan siap bekerja sama dengan Indonesia.

“Saat ini Indonesia sedang dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dan bisa mendapatkan peluang melalui kerja sama dengan para pakar dari Inggris, baik dari perusahaan jasa infrastruktur maupun energi, yang bisa mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur yang ambisius tersebut,” kata David Cameron di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Hingga saat ini, Inggris, kata Cameron, adalah mitra bisnis utama kelima bagi Indonesia. Namun, tak hanya soal mengejar pertumbuhan ekonomi, menjaga relasi antarpemerintah dan antarmasyarakatnya, menurut Cameron, juga hal yang penting.

Selain perusahaan terkait infrastruktur, ritel asal Inggris, kata Cameron, juga sudah lama berkiprah di Indonesia, seperti Marc and Spencer, dan Debenhams. “Kami juga membicarakan bagaimana membangun iklim bisnis yang kondusif dan meningkatkan kepercayaan para investor,” ujanya.

Selain soal ekonomi, Cameron mengatakan pertemuan bilateral juga membahas soal pertemuan PBB pada September mendatang, agenda pembangunan global pasca2015, dan juga agenda-agenda ASEAN Economic Community (AEC) pada akhir tahun ini.

Boyong 30 Pengusaha Besar

Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7). Kunjungan ini, merupakan yang pertama bagi Cameron setelah dirinya terpilih kembali sebagai PM untuk periode kedua.

Menurut informasi dari Kedutaan Besar Inggris, turut hadir hingga 50 delegasi bisnis Inggris dalam rangkaian kunjungan Cameron. Namun, dalam pertemuan delegasi bisnis, Selasa (28/7) antara Indonesia dan Inggris dijadwalkan ada 30 pelaku bisnis utama Inggris di Jakarta.

“Komitmen kedua negara dalam meningkatkan ekonomi terutama harapan Indonesia terhadap diversifikasi investasi Inggris dari minyak dan gas ke bidang infrastruktur,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lima puluh perusahaan Inggris yang sempat dirilis Kedutaan Besar Inggris yaitu ACE Winches, Airbus Group UK, Arup, AT Engine Controls, Atkins, Aviva, Balfour Beatty, Bango, Benoy, Blockchain, Concrete Canvas, Darktrace, EarthPort, FreshMinds, Heraeus Noblelight, Innovate Finance, Iwoca, JCB, Laing O’Rourke, Lyoyds of London, Oxford Products, Pennies, Qubit, RateSetter, RepKnight, Rolls-Royce, Surrey Satellite Technology, The Floow, UK Higher Education International Unit, Weir Group, Wessington Crygenics, Whitbread, British Petroleum, Legal and General, EasyJet, Universal UK, Land Securities, Virgin Money, LSE, Passion Capital, Persimmon, EY, Compass Group, ARM, Qinetiq, Lloyd’s of London, Severn Trent, Santander.

Jokowi juga menyambut akan dilakukannya pertemuan bisnis 30 delegasi bisnis negara itu bersama perusahaan-perusahaan Indonesia. Presiden juga mengapresiasi adanya kerjasama yang diteken melalui empat nota kesepahaman, yaitu Nota Kesepahaman bidang Kemaritiman, Nota Kesepahaman bidang Ruang Angkasa Aipil, Nota Kesepahaman bidang Pemberantasan Terorisme dan Tindak Kejahatan Lintas Batas dan terakhir Nota Kesepahaman bidang Kemitraan Riset dan Inovasi.

“Saya dan PM David Cameron melakukan pertemuan bilateral. Pertemuan berjalan sangat terbuka dan produktif,” kata Jokowi. (beritasatu.com)

Foto : Presiden Joko Widodo (kanan) dan PM Inggris David Cameron (kiri) bergegas usai memberikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Juli 2015.  

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments