Bela Korban Kekerasan Oknum TNI AL, Aktifis PMKRI Ditangkap Polisi

by -112 views

Maumere, mediantt.com — Selasa (28/7/2015) kemarin, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere,  menggelar aksi damai menuntut keadilan atas kasus penganiayaan terhadap warga sipil oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut. Tapi sayang, aksi damai itu belum mengantongi izin dari Polres Sikka. Akibatnya, lima aktifis PMKRI Maumere ditangkap polisi ketika melintas sambil berorasi di depan Mapolres Sikka.

Kelima aktifis ini kemudian digelandang ke Mapolres Sikka yang letaknya sekitar 50 meter saja. Mereka lalu diamankan di ruangan rapat Polres Sikka untuk kemudian dipertemukan dengan Kapolres Sikka, I Made Kusuma Jaya.

Disaksikan mediantt.com, aktifis PMKRI Maumere sebanyak kurang lebih 15 orang melakukan long march dari Marga PMKRI menuju Mapolres Sikka melewati Jalan Ahmad Yani. Ikut dalam long march ini korban pemukulan oknum TNI AL dan beberapa keluarga korban. Dalam long march tersebut, aktifis PMKRI Maumere sambil berorasi memohon keadilan atas kasus penganiayaan yang dialami masyarakat sipil.

Mengetahui adanya aksi PMKRI Maumere, beberapa aparat intel Polres Sikka langsung turun ke lapangan menemui Ketua PMKRI Maumere Marsianus Wawo Daso dan meminta agar aksi yang sedang dilakukan dihentikan karena tidak memiliki izin kepolisian. Namun PMKRI Maumere mengabaikan imbauan itu dan tetap melakukan aksi.

Persis di perempatan Rumah Jabatan Kapolres Sikka, polisi langsung menghadang aktifis. Sempat terjadi debat argumentasi soal izin kepolisian. Polres Sikka belum mengeluarkan izin untuk menyampaikan pendapat di depan umum karena permohonan izin baru disampaikan pada Selasa (28/7) sekitar pukul 01.00 Wita dinihari. Padahal, dalam aturannya, mesti diajukan paling lambat tiga hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Karena dua belah pihak bertahan dengan pendapat masing-masing, polisi akhirnya mencokok 5 aktifis PMKRI Maumere. Di depan Kapolres Sikka, para aktifis mengaku belum mengantongi izin kepolisian. I Made Kusuma Jaya mengatakan, polisi tidak menghalang-halangi maksud dan tujuan PMKRI Maumere untuk menyampaikan aspirasi, namun semuanya harus taat pada aturan.

Usai berdialog singkat dengan I Made Kusuma Jaya yang juga dihadiri Kasat Intel Marsel Hale, kelima aktifis ini akhirnya dilepas. Dalam dialog singkat itu, aktifis dan Marsel Hale saling menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi di perempatan Rumah Jabatan Kapolres Sikka.

Aniaya Warga

Aksi PMKRI Maumere ini berawal ketika pada Minggu (26/7) malam, seorang oknum anggota Lanal Maumere diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang warga masyarakat. Kasus ini sudah dilaporkan korban malam itu juga ke Polres Sikka, namun belum ditindaklanjuti.

Karena belum ada tindak lanjut penanganan oleh Polres Sikka, PMKRI Maumere yang mendampingi korban, Selasa (28/7) mendatangi Mapolres Sikka. Mereka ingin mendesak agar Polres Sikka segera menindaklanjuti setiap bentuk pengaduan masyarakat yang menjadi korban tindakan kekerasan.

Kapolres Sikka I Made Kusuma Jaya saat dialog dengan aktifis PMKRI Maumere di ruang rapat Mapolres Sikka, menjelaskan pihaknya tidak berwenang menindaklanjuti persoalan yang melibatkan anggota TNI AL. Dia beralasan karena yang diduga pelaku adalah anggota TNI AL, maka yang berwenang adalah institusi TNI AL.

“Saya sudah koordinasi dengan Pa Danlanal dari kemarin sore sampai pagi ini, beliau masih ada di Kupang. Pa Danlanal berjanji akan mendalami masalahnya dan akan mengambil langkah-langkah selanjutnya. Silahkan adik-adik mahasiswa ke sana (Markas TNI AL),” jelas I Made Kusuma Jaya.

Yohanes Berkhmans Momi, korban pemukulan, kepada mediantt.com di Marga PMKRI Maumere, menjelaskan, pemukulan itu berawal dari peristiwa lakalantas yang terjadi di Watuneso, Kabupaten Ende. Saat itu dia sedang mengemudikan mobil menuju Nduaria. Tiba di Watuneso, dia melihat seorang pengendara roda dua sedang dalam keadaan tidak terkendali. Khawatir terjadi tabrakan, Yohanes Berhmans Momi pun memberhentikan kendaraan agak ke pinggir.

Entah mengapa, pengendara seperda motor itu terjatuh, lalu sempat terseret. Yohanes Berhmans Momi pun berniat membantunya. Namun tiba-tiba seorang pengendara sepeda motor lainnya langsung memukul bagian kepala Yohanes Berhmans Momi. Orang yang melakukan pemukulan ini mengaku sebagai anggota Lanal Maumere.

Usai peristiwa ini, Yohanes Berhmnas Momi pun membawa korban lakalantas ke Puskesmas Paga. Di tempat ini, kembali oknum anggota Lanal Maumere itu memukul Yohanes Berkhmans pada bagian telinga sebelah kiri.

Tidak puas dengan perlakuan oknum anggota Lanal Maumere, Berhkmans langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Sikka. Saat laporannya diterima, polisi piket menganjurkan untuk melaporkan ke Polisi Militer di Ende.

Hingga saat ini, Danlanal Maumere Charmadi belum sempat dikonfirmasi atas peristiwa yang melibatkan anggotanya. (palupy tana maku)

Foto: Aksi PMKRI Maumere

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments