Menpupera Pastikan Bendungan Raknamo Berfungsi 2018

by -73 views

Kupang, mediantt.com — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, memastikan Bendungan Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan berfungsi mulai awal 2018.

“Sejauh ini tidak ada kendala dalam hal pembangunan bendungan ini. Justru masyarakat memberikan lahannya untuk pembangunan dan membuat jalan masuk ke lokasi,” katanya di sela kunjungan Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan bendungan Raknamo itu, Sabtu (25/7).

Awalnya, ia memperkirakan akan ada kendala dalam pembangunan bendungan tersebut, namun dalam perjalanan semuanya berjalan tidak seperti yang dipikirkan.

Pihak Kempupera dan pihak proyek semula menargetkan pembangunan bendungan tersebut akan selesai pada 2019. Namun karena laporan perkembangan yang sangat cepat dipastikan selesai pada 2017 dan mulai berfungsi pada 2018.

“Kami akan selesaikan pembangunan bendungan ini pada 2017 dan kita butuh satu musim hujan agar bisa menampung air hujan, tentunya itu pada 2018,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Koreh, mengatakan Bendungan Raknamo yang memiliki luas genangan 147,3 hektare tersebut mampu menampung air irigasi untuk wilayah seluas 1,250 hektare, dengan kapasitas penyediaan air baku 0,10 meter kubik per detik.

“Kami berharap adanya Bendungan Raknamo akan membuat permasalahan persediaan air baku di Kabupaten Kupang dan pengembangan daerah irigasi beberapa lokasi di bendungan ini dapat teratasi,” katanya ditemui wartawan setelah menemani Presiden Jokowi memantau bendungan tersebut.

Ia menambahkan pembangunan bendungan yang akan menelan anggaran Rp 710,6 miliar ini kelak akan mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebesar 0,216 mega watt.

Jokowi Puas

Semtara itu, Presiden Jokowi mengaku puas dengan perkembangan pembangunan Bendungan Raknamo. “Saya sangat senang dengan perkembangan pembangunan bendungan di Raknamo ini, sengaja saya ke sini mendadak untuk melihat apakah betul dikerjakan atau tidak,” ujarnya di sela kunjungan kerja ke Provinsi NTT, Sabtu (25/7).

Menurut Jokowi, air merupakan masalah paling besar yang ada di NTT. Sebab, semua masalah tidak akan selesai kalau tidak ada air. “Karena itu tahun ini akan dibangun tujuh waduk, kita harapkan akan selesai dalam waktu 2-3 tahun,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi menambahkan akan dibangun 100 embung (waduk kecil) dan 1.000 sumur di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS).

Dengan ketersediaan air, kata Jokowi, akan dapat mengatasi berbagai masalah yang ada di Provinsi NTT seperti kekeringan, rawan pangan dan gizi buruk.

“Kuncinya ada di air kalau sudah tersedia air, baru berbicara apa yang mau kita tanam. Tanam jagung bisa, padi ada beberapa wilayah di sini bisa, sorgum juga bisa, tebu juga bisa. Lalu ternak juga bisa,” ujar Jokowi.

Serahkan 50 Ton Beras

Dalam kunjungan kedua kalinya itu, Jokowi membagikan 50 ton beras dan minyak goreng di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur dan Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang serta Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Sabtu (25/7).

Jokowi didampingi Iriana Joko Widodo, bersama para menteri dan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan istri. Antusias masyarakat terlihat cukup tinggi untuk mendapatkan sembako dan bertemu langsung guna bersalaman dengan Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengakui desa yang dikunjunginya terkena gizi buruk dan kekurangan air. “Kita melihat sepanjang perjalanan menuju desa ini, banyak sawah-sawah terlihat kering,” kata Jokowi. (sp/ant/jdz)

Foto : Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri PU memantau Pekerjaan Proyek Bendungan Raknamo di Kupang NTT, 25 Juli 2015.  

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments