Infrastruktur Air Amat Penting untuk NTT

by -70 views

Kupang, mediantt.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan fokus untuk memastikan kebutuhan air di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat terpenuhi karena menyangkut hampir semua sektor kehidupan.

Saat mengunjungi Desa Menusak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (25/7/2015), Kepala Negara mengatakan, kerja pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air antara lain dengan membangun infrastruktur.

“NTT ini mempunyai masalah besar, air. Dengan kondisi lapangan yang kita lihat, kalau tidak ada air, sampai kapanpun masalah di sini tidak akan selesai. Oleh sebab itu tahun ini dibangun tujuh waduk bendungan di NTT. Kita harapkan 2-3 tahun selesai,” kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan, jika ada embung 100, dibangun juga embung yang sedang. Juga kemarin seperti di TTS (Timur Tengah Selatan) juga dibangun sumur 1.000. “Saya cek kemarin data sudah selesai 230. Kuncinya ada di air, kalau sudah tersedia air, baru berbicara apa yang mau kita tanam. Tanam jagung bisa, padi ada beberapa wilayah di sini bisa, sorgum juga bisa, tebu juga bisa. Lalu ternak juga bisa. Kalau kita berbicara-bicara, pondasinya tidak dilakukan tidak bisa,” kata Jokowi.

Karena itu, Presiden memastikan, bulan Desember tahun lalu ada ground breaking di Raknamo, dan ingin memastikan bahwa program ini berjalan, proyek ini berjalan. Itu yang membuat saya mendadak datang ke sini (NTT). Saya baru memberi tahu pak gubernur kemarin. Prosesnya jadinya seperti apa ini yang mau kita lihat. Yang enam nanti menyusul,” tegas Jokowi.

Kunjungi Pabrik SK

Presiden Jokowi juga mengunjungi pabrik Semen Kupang di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/7). “Nanti akan kita tambahkan kapasitasnya sehingga menjadi 1,8 juta ton per tahun, ditambah lagi ada fasilitas pelabuhan. Karena pasarnya ada,” ujar Jokowi.

Peningkatan kapasitas produksi tersebut yang saat ini tercatat sebanyak 300.000 ton per tahun akan ditambah kapasitas produksinya sebesar 1,5 juta ton per tahun.

Menurut Jokowi, penambahan kapasitas ini dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pasokan semen di kawasan NTT yang selama ini masih dipasok dari luar.

“Di sini bahan bakunya juga komplit, pasir besinya juga ada, gypsum juga ada semuanya. Ya sudah kita naikan kapasitas menjadi 1,8 juta,” kata Jokowi.

Presiden mengharapkan bahwa target 1,8 juta ton semen per tahun dapat segera direalisasikan dalam waktu tiga tahun.

Jokowi menambahkan, untuk menunjang peningkatan produksi tersebut akan ada suntikan modal yang besarannya masih akan dihitung oleh menteri dan Dirut PT. Semen Kupang.

Selain itu, peningkatan ini juga akan memberikan kesempatan tenaga kerja serta kapasitas pasar setempat dapat dipenuhi oleh PT. Semen Kupang.

Presiden juga mengharapkan dari peningkatan kapasitas produksi tersebut juga dapat diekspor ke Timor Leste. (ant/sp/jk)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments