Bupati Sikka Dinilai Gagal dan Diduga Korupsi Dana Rp 1,3 Miliar

by -33 views

Maumere, mediantt.com – Sudah dua tahun Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, menahkodai kabupaten Nyiur Melambai itu. Namun banyak kalangan terutama DPRD Sikka menilai, kinerja Bupati Sikka buruk bahkan dinilai gagal melaksanakan program pembangunan, terutama program unggulan yakni pariwisata, perkebunan dan perikanan. Tak cuma itu, Bupati juga diduga tersangkut korupsi dana bencana alam tahun 2014 senilai Rp 1,3 miliar berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, anggota DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri, meminta Kejaksaan Negeri Maumere untuk memeriksa Bupati Ansar Rera atas dugaan korupsi tersebut.

Kepada mediantt.com di Hotel Pelita Maumere, Jumat (10/7/2015), politisi PKB yang lebih popular dipanggil Manto ini, mengatakan, Ansar Rera diduga turut serta dalam kasus yang kini sedang diaudit BPK menggunakan pola investigasi itu.

“Seharusnya jaksa juga periksa bupatinya. Jangan hanya bawahan bupati saja,” pinta Manto.

Menurut dia, ada penyalahgunaan wewenang dan anggaran dalam kasus ini. Itu sebabnya, Senin (19/1/15) lalu, Kejari Maumere telah menetapkan tiga tersangka, yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Silvanus Tibo, Bendahara BPBD Margaretha Berginta dan Direktur UD Sanitasi Peduli Sehat Lusia Yetty Susanti.

“Yetty itu seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil). Kog bisa dikasi kerja proyek bencana alam. Sudah begitu pemberian pekerjaan ini tanpa Surat Perintah Kerja (SPK) dari BPBD pula,” jelas Manto.

Keterangan yang diperoleh di Maumere menyebutkan, pemberian pekerjaan kepada Yetty diduga atas perintah istri bupati Ansar Rera. Namun sejauh ini sergapntt.com belum berhasil meminta klarifikasi istri bupati itu. Ansar Rera pun beberapa kali dihubungi sergapntt.com via mobile enggan menjawab.

Manto juga menduga Bupati Ansar Rera telah menyalahgunakan dana bencana alam sebesar Rp22 miliar lebih. “Ada pengungsi (bencana alam meletusnya gunung Rokatenda) yang diberi tempat tinggal, tapi ada pengungsi yang diberi uang Rp15 juta dan disuruh cari tempat tinggal sendiri. Nah, soal pemberian uang ini yang patut diduga ada tindakan KKN,” kata Manto. (AMO/cis/jdz)  

Foto : Yoseph Karmianto Eri

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments