Ibu Edan, Lebih Sayang BMW daripada Nyawa Anak

by -30 views

YIWU – Rasa keibuan perempuan di Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, ini agaknya sudah habis terkikis. Bagaimana tidak, dia lebih memilih melihat anaknya tersiksa kepanasan daripada merusak mobil BMW miliknya. Kejadian itu berawal saat perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut tidak bisa membuka pintu mobil BMW miliknya. Padahal, di dalamnya ada anak lelakinya yang berusia tiga tahun. Entah bagaimana, mobilnya mengunci dengan sendirinya. Perempuan itu tidak bisa membuka pintu mobil dan memanggil tukang kunci.

Suhu udara yang mencapai 32 derajat Celsius membuat si anak kepanasan di dalam mobil. Orang-orang berusaha menolong, namun tidak diperbolehkan oleh si ibu. Begitu pula ketika tim pemadam kebakaran tiba dan meminta izin untuk memecahkan kaca agar bisa mengeluarkan si anak. Si ibu dengan tegas menolak dan menyatakan bahwa dirinya tidak mau merusak mobil mewahnya. Perempuan itu bersikukuh untuk menunggu tukang kunci.

Tukang kunci tidak kunjung muncul, padahal si anak menangis serta mencakar-cakar kaca jendela meminta dikeluarkan. Namun, ibu berhati dingin itu dengan santai berdiri di samping mobilnya. Padahal, selain panas, oksigen di dalam mobil terus menyusut. Ketika si anak akhirnya pingsan, tim pemadam kebakaran langsung memecahkan kaca tanpa menghiraukan perempuan tersebut.

’’Sangat berbahaya meninggalkan anak-anak di dalam mobil, terutama dalam kondisi panas seperti ini. Temperatur di dalam mobil bisa melonjak dalam waktu singkat dan ini mengancam nyawa si anak,’’ ujar salah seorang petugas pemadam kebakaran.

Insiden itu sempat direkam salah seorang warga dan langsung menuai kecaman dari netizen. ’’Sepertinya, kaca jendela tersebut adalah anaknya yang sebenarnya,’’ tulis akun @Wangtengke_Scott. ’’Seharusnya, yang dipukul ibunya (bukan kacanya, Red),’’ tambah netizen yang lain. (mirror/jp/jk)

Foto : Salah satu kaca pintu mobil BMW yang akhirnya dipecahkan oleh petugas kebakaran. (Mirror)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments