Nasib Tragis Seorang Lukas Beda Ama

by -43 views

WAIBURAK — Maut begitu cepat merenggut nyawa seorang bocah, Lukas Beda Ama, 12, di Dusun Belle, Desa Waiburak , Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Bocah yang baru tamat SD ini harus meregang nyawa gara-gara dikeroyok hingga sekarat oleh warga karena menyerempet seorang anak, Rahima.

Keterangan yang dihimpun mediantt.com, kejadian tragis yang dialami Lukas ini berawal pada Sabtu 13 Juni 2015, sekitar pukul 09.00 WIta. Saat itu Lukas menyerempet seorang anak, Rahima, di Dusun Belle, Desa Waiburak. Usai kejadian itu, Lukas dihajar warga dan sepeda motornya dirusak. Setelah itu, korban kembali bersama seorang rekannya ke rumahnya di Riangmuko. Sayangnya, dalam perjalanan pulang itu, ketika korban baru sampai di Dusun Wailingo (kuburan China), korban disusul oleh beberapa orang dan langsung memukuli korban. Belum puas memukul, korban lalu dibawah ke suatu tempat untuk disiksa lagi. Sekujur tubuh korban terlihat lebam akibat penyiksaan. Tangan kanan korban patah.

Warga yang kasihan dengan korban berusaha menolong dengan mambawa korban ke Puskesmas Waiwerang. Karena kondisi korban terus menurun, Minggu 14 Juni, korban dirujuk ke RSUD Larantuka. Tapi sayang, dalam pelayaran ke Larantuka, korban menghembuskan nafas terakhir.

Asal tahu saja, Lukas tercatat sebagai siswa Kelas VI SDI Riangrindu, Desa Waiburak, yang bersama orangtuanya sedang menantikan hari pengumuman kelulusan yang rencananya akan diumumkan pada Rabu, 17 Juni 2015. Namun takdir hidupnya berkata lain, Lukas harus mengalami kisah tragis hingga merenggut nyawnya. “Sungguh sangat sadis tragedi ini karena korban adalah anak yang baru berusia 13 tahun. Bagaimana mungkin seorang bocah dianiaya oleh orang-orang dewasa hingga tewas; apakah dunia ini sudah begitu kejam? Harapan kami, ke depan tidak ad alagi Lukas Lukas lainnya yang jadi korban seperti ini. Cukup Lukas Beda Ama saja. Selamat jalan ade Lukas, semoga masih ada pihak yang peduli dengan Ade Lukas, tidak hanya Angeline di Bali yang menjadi topic pemberitaan secara nasional bahkan internasional, tapi di Adonara juga ternyata ada tragedi yang tidak kalah sadisnya. Komnas Anak, bisakah turun ke lokasi dan membantu keluarga mencari keadilan?” begitu pernyataan seorang warga Adonara, yang dikutip dari media sosial.

Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede Artha kepada wartawan menjelaskan, penganiayaan terhadap Lukas Beda Ama berawal dari peristiwa lakalantas pada Sabtu (13/6/15). Saat itu, jelas Kapolres, sekitar pukul 12.00 WITA, bersama temannya, Lukas mengendarai sepeda motor dan menabrak Rahima di sekitar kawasan Susteran Waiburak, Adonara Timur.

Saat tabrakan tersebut, Lukas dan temannya terjatuh. Sedangkan Harima pingsan. Melihat itu, orang yang diboncengi Lukas bergegas menolong Rahima. Sementara Lukas tiba-tiba dikerumuni warga dan langsung menganiayanya. Akibatnya, Lukas mengalami luka memar di sekujur tubuh, dan darah keluar dari hidung serta telinga.

Lukas kemudian dilarikan oleh warga yang kasihan ke Puskesmas Waiwerang. Namun karena kondisinya parah, pihak Puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka. Tapi sayang, dalam perjalanan, Lukas meninggal dunia.

“Di lokasi (TKP 1) Lukas ditampar tiga kali oleh KT. KT lantas menyuruh Lukas dan kawannya untuk segera pergi dari TKP itu. Dalam perjalanan, Lukas dan kawannya dihadang lagi di area kuburan Cina (TKP II). Di lokasi ini Lukas ditanyai warga soal kejadian Lakalantas tadi dan mendapat pukulan bertubi-tubi dari warga berinisial KA. KA lalu membawa kembali Lukas ke Bele. Belum sampai di Bele, KA dan Lukas melihat warga Bele semakin memadati jalan utama kampung itu. KA lantas mengarahkan Lukas untuk menjauh dari lokasi tersebut. Lukas pun akhirnya menghindar dan berjalan menuju ke rumahnya,” papar Kapolres Gede Artha.

Mendapati kondisi Lukas yang penuh memar, keluarganya pun menanyainya. Namun Lukas tetap meyakinkan keluarganya bahwa kondisinya baik-baik saja. Tapi, malam harinya, Lukas didapati sedang muntah-muntah. Ia lalu dilarikan ke Puskesmas Waiwerang.

Karena kondisinya yang terus memburuk, keesokan harinya atau Minggu (14/6/15), Lukas dirujuk ke RSUD Larantuka. Tapi sayang, nyawa Lukas tak tertolong. Sebab di pertengahan jalan Lukas meninggal dunia.

Kini kasusnya sedang ditangani Polres Flores Timur. Tiga pelaku telah diamankan. “Tim penyidik sedang berada di lokasi kejadian untuk mengembangkan penyidikan,” papar Gede Artha. (*/jdz)

Foto : Ilustrasi

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments