Kembangkan Bandara di NTT, Kemhub Alokasikan Rp 1,4 Triliun

by -65 views

Kupang, mediantt.com — Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2015 mengalokasikan dana sekitar Rp 1.4 triliun untuk pengembangan 14 bandar udara (bandara) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ada 13 bandara yang dikembangkan tahun ini dan satu bandara sedang dikerjakan tahap kedua,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT Ricard Djami kepada wartawan di Kupang, Kamis (11/6/2015).

Ricard menjelaskan, alokasi anggaran Bandara Frans Seda, Sikka, mencapai Rp 35 miliar untuk pelebaran landasan pacu. Sementara anggaran Bandara Frans Sales Lega senilai Rp 35 miliar dialokasikan untuk pengembangan gedung terminal. Anggaran Bandara Haji Aroeboesman Ende senilai Rp 10 miliar untuk pengembangan apron dan taxi way.

Anggaran Rp 28 miliar bagi Bandara Mali, Alor, dialokasikan untuk perpanjangan landasan pacu. Dana Rp 42 miliar Bandara Kabir di Pulau Pantar untuk pembangunan tahap II.

Bandara Gewayang Tana Flores Timur Rp 3 miliar. Anggaran Bandara Komodo, Labuan Bajo, mencapai Rp 70 miliar untuk pelebaran landasan pacu.

Anggaran Rp 16 miliar Bandara Turelelo, Soa, digunakan untuk pelebaran apron. Bandara D.C Saudale Rote Ndao dengan nilai Rp 30 miliar untuk pelapisan landasan pacu. Anggaran Bandara Terdamu, Sabu Raijua, Rp 12 miliar digunakan untuk pelapisan landasan pacu. Bandara Wonopito Rp 25 miliar juga untuk pelapisan landasan pacu.

Untuk tahun anggaran 2015, kata Ricard Djami, NTT mendapat alokasi dana untuk perhubungan dari APBN murni sekitar Rp 1 triliun, dan untuk APBNP bisa mencapai sekitar Rp 400 miliar.

“Total dana pengembangan transportasi di NTT mencapai Rp 1,4 triliun lebih,” katanya.

Menteri perhubungan Ignasius Jonan saat berkunjung ke Kupang akhir pekan lalu mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan semua bandara di NTT. “Indonesia Timur menjadi fokus pembangunan infranstruktur dan saya mohon dukungan Gubernur NTT,” katanya.

Saat ditanya wartawan mengenai pembangunan bandara di Adonara kabupaten Flores Timur, Jonan memastikan, pembangunannya akan dilakukan di tahun 2016. “Bandara di Atambua juga akan ditambah runway-nya karena terlalu pendek,” katanya.

Alokasi anggaran untuk pengembangan infrastruktur di NTT tahun ini, kata Jonan, merupakan fokus perhatian kementerian yang dipimpinnya agar daerah-daerah yang selama ini seperti dipandang sebelah mata dan membuat pembangunan infrastruktur perhubungannya berjalan sangat lamban akan diprioritaskan.

“Jangan hanya kita bangun di Jawa, Sumatera, tetapi Papua, NTB, Bali, Maluku, Sulawesi, NTT, dan lainnya juga harus dibangun semuanya menjadi sama. Karena kita ini satu Indonesia, yang harus sama perkembangannya dari Sabang sampai Merauke,“ ungkapnya.

Dalam kunjungannya ke NTT kali ini, menurut Jonan, dirinya lebih cenderung untuk memperbaiki air side atau sisi udara seperti perbaikan kualitas runway atau landasan pacu yang kurang panjang atau kurang lebar. Juga terkait peralatan navigasi yang harus diperbaiki lebih baik.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan dalam tahun 2015 sejumlah lapangan terbang di NTT akan dibenahi, antara lain Bandara Turelelo Soa di Bajawa, Bandara H Hassan Aroeboesman di Ende, Bandara Frans Seda di Maumere, Bandara Gewayan Tana di Larantuka, Bandara AA Bere Tallo di Atambua, Bandara Saudale di Rote Ndao, dan Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya.

Sedangkan pengganti bandara El Tari Kupang, Adonara di pulau Adonara dan Tanjung Bendera di Manggarai Timur saat ini sedang dilakukan survei.

“Khusus untuk bandara El Tari akan diserahkan kepada TNI AURI sebagai pangkalan operasi militer wilayah perbatasan,” katanya. (sp/jk)

Foto : Menteri Perindustrian, Saleh Husen, Menhub Ignasius Jonan dan Gubernur NTT di Bandara El Tari Kupang.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments