13 Orang Keracunan Ikan Buntal di Maumere, Satu Meninggal

by -83 views

Maumere, mediantt.com – Kasus keracunan ikan buntal terjadi lagi di Maumere, Sikka, setelah kasus yang sama terjadi pada 7 September 2014 silam. Kali ini, ikan buntal makan lagi 13 korban dari tiga rumah tangga di Potisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tragisnya, salah satu dari para korban itu, Nokolaus Nggala, 9, meninggal dunia, sementara 12 korban lainnya hingga Rabu (20/5/2015) masih menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hilers Maumere.

Pantauan mediantt.com di RSUD TC Hillers Maumere Rabu (20/5), sebanyak 12 korban masih dirawat di RSUD TC Hillers Maumere; 9 korban dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD), sementara 3 korban lainnya dirawat di ruang ICU. Di UGD, penanganan intensif langsung ditangani dokter Mei Indradewi dan sejumlah petugas medis. Sedangkan korban meninggal sudah dibawa pulang ke rumahnya.
Maria Ardiana Soni, 46, salah seorang korban menceritakan, pada malam kejadian itu, dia bersama tiga orang anaknya Maria Bunda, 22, Polikarpus, 14, dan Sofiati, 7, menikmati hidangan ikan buntal untuk makan malam. Ikan tersebut diberikan oleh tetangganya yang bernama Bertha. Selain kepada keluarga ini, Bertha juga membagikan ikan buntal kepada salah satu tetangganya.
Ia mengatakan, Bertha memberikan ikan itu pada Selasa (19/5) sekitar pukul 16.00 Wita. Oleh Maria Ardiana Soni ikan butal itu terus dibersihkan dan digoreng, lalu ikan tersebut disimpan untuk dijadikan makan malam.
“Dia (Bertha) bagi ikan ke kami dengan tetangga sebelah rumah. Bertha bilang ikan itu dia dapat dari pantai dalam keadaan sudah mati, dan terhempas ombak ke darat. Ukuran ikan cukup besar, dia potong-potong dan bagi ke kami,” jelasnya.
Beberapa jam berselang, Maria Ardiana Soni dan anak-anaknya mulai merasa pusing-pusing. Lidah terasa tebal dan mulai merasa mual. Maria Ardiana Soni langsung mengantisipasinya dengan meminum air kelapa muda dan susu. Ternyata kondisi yang sama dialami juga oleh tetangga yang kebagian makan ikan buntal. Kondisi paling menyedihkan dialami Nikolaus Nggala.
Warga dan beberapa korban ikan buntal pun sepakat mengantar Nikolaus Nggala ke RSUD TC Hillers Maumere. Sesampai di RSUD TC Hillers baru diketahui kalau Nikolaus Nggala dan warga lainnya mengalami keracunan ikan buntal. Dokter dan petugas medis pun langsung memberikan bantuan secepatnya.
Polikarpus memastikan bahwa ikan tersebut adalah ikan buntal. Dia menyebut ciri-ciri ikan seperti perut yang mengembung, dengan kepala agak besar dan biji matanya pun besar. Dia meyakini sekali bahwa ikan yang mereka makan adalah ikan buntal.
Sebelumnya, pada 7 September 2014 silam, kasus keracunan ikan buntal terjadi di Dusun Pedang Poar, Desa Kolidetung, Kecamatan Lela. Korban meninggal adalah Stefanus Nasrin, 20, siswa SMAN 2 Nita yang adalah warga dusun itu. Sedangkan korban selamat adalah Novensius Damianus, 39, paman korban, Yohanes Registo, 15, adik kandung korban, serta Agustinus Doreng, 29, dan Stefanus Nong Alfian, 14. (vicky da gomez)

Foto: Tiga orang korban keracunan ikan sedang dirawat di UGD RSUD TC Hillers Maumere

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments