MUI NTT dan GP Ansor Tolak Kehadiran HTI

by -22 views

Kupang, mediantt.com — Masyarakat Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang rencananya akan menggelar pawai pada Sabtu (16/5). Penolakan itu datang dari Gerakan Pemuda (GP) Anshor dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT.

“Kami tegas menolak keberadaan dan rencana pawai yang akan digelar oleh HTI di Kota Kupang,” kata Ketua GP Anshor NTT, Abdul Muis di Kupang, Kamis, (14/5) pagi.

Menurut Abdul Muis, HTI adalah organisasi yang tidak bisa diterima organisasi lainnya, sehingga mereka dilarang beraktivitas di Kota Kupang dan sekitarnya. Untuk itu, masyarakat juga diharapkan berhati-hati dengan keberadaan organisasi ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Haji Abdulkadir Makarim mengatakan MUI telah menggelar pertemuan bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat menolak keberadaan HTI. “Kami sudah sepakat dengan tegas menolak keberadaan HTI di NTT,” katanya.

Menurut Makarim, MUI telah melayangkan surat ke pemerintah daerah dan kepolisian agar tidak memberikan izin HTI menggelar pawai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Masyarakat NTT sudah hidup damai, nyaman dan saling menghormati satu sama lainnya, jangan dicederai dengan kehadiran HTI di daerah ini,” katanya

Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, melalui Humas AKBP, Agus Santosa, membenarkan ada permohonan organisasi HTI untuk melakukan pawai di Kota Kupang pada Sabtu lusa.

“Izin pawai itu kami sudah tolak. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Kupang Kota, untuk melakukan pengawasan terhadap aktifitas HTI di daerah ini,” kata Agus. (sp)

Foto : Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di depan gerbang Gedung Sate Bandung, Jabar, Jumat (04/10). (ANTARA FOTO).

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments