Sertifikasi Tenaga Kerja NTT Sangat Diperlukan

by -22 views

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaksanakan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Kominfo untuk angkatan kerja muda di Kupang, Kamis, (7/5).

Pelaksanaan sertifikasi untuk angkatan kerja muda di NTT ini merupakan pertama kali dilakukan dengan peserta 70 orang yang  merupakan putra/putri NTT dengan lulusan SMK dan Diploma 1, D2 dan D3 bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut ketua panitia pelaksana Syarifuddin Akbar, kegiatan tersebut sangat penting karena menjadi pengukuran output kegiatan pengembangan e-literasi masyarakat pada daerah perbatasan, daerah terpencil, tertinggal dan pasca konflik yang diperuntukkan sebagai pertanggungjawaban publik serta peningkatan angkatan kerja muda yang tersertifikasi.

Kepala BBPPKI Makassar Ruslan Harun mengatakan kegiatan ini merupakan peningkatan mutu pekerja di NTT. “Dengan sertifikasi itu menjadikan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bekerja sesuai harapan pemberi kerja baik di instansi pemerintah, BUMN, swasta di Indonesia maupun di luar Negeri,” kata Ruslan.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang diwakili Asisten I Setda NTT Yohana Lisapali mengatakan, kegiatan sertifikasi tenaga kerja muda itu sebagai terobosan pemerintah dalam mengembangkan mutu dan kualitas tenaga kerja menghadapi MEA. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja. “Banyak TKI NTT yang bekerja di luar negeri dengan sumber daya manusia terbatas menjadi hambatan terbesar. TKI disiksa dan ada juga yang pulang dengan kondisi prihatin,” kata Yohana.

Sesuai data 2013 pada Dinas Tenaga Kerja NTT, jumlah tenaga kerja di NTT yang belum mendapatkan pekerjaan kurang lebih 2.175.171 orang. Dari jumlah itu tamatan SD 1.383.016 atau 63,08 %, SMP 257.570 atau 11,84%, SLTA 266.855 atau 12,27%,  diploma 54.599 atau 2,51%, dan S1 106.303 atau 4,89 %. (sp/jk)

Foto : Ilustrasi

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments